Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Banjir Bandang Putus Jaringan Seluler, BRI Aktifkan Protokol Darurat dan Layanannya Tetap Jalan

Hengky Ristanto • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:57 WIB
Layanan BRI tetap beroperasi di wilayah terdampak banjir berkat konektivitas satelit BRIsat yang diaktifkan melalui protokol BCM. FOTO: DOK BRI
Layanan BRI tetap beroperasi di wilayah terdampak banjir berkat konektivitas satelit BRIsat yang diaktifkan melalui protokol BCM. FOTO: DOK BRI

SIBOLGA – Layanan BRI tetap berjalan di tengah bencana banjir bandang yang melumpuhkan jaringan seluler dan memutus kabel fiber optik di sejumlah wilayah Sumatra.

Aktivasi protokol Manajemen Kelangsungan Usaha atau Business Continuity Management (BCM) membuat akses perbankan tetap stabil melalui jaringan satelit BRIsat.

Kantor Cabang BRI Sibolga menjadi salah satu titik krusial yang masih dapat terhubung dengan kantor wilayah dan pusat.

Melalui BRIsat, koordinasi dengan posko pusat, pemerintah daerah, hingga layanan penarikan tunai bagi warga terdampak tetap bisa dilakukan.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, menegaskan bahwa keandalan BRIsat dalam situasi ekstrem merupakan bukti kesiapan infrastruktur BRI menghadapi bencana.

“BRIsat dirancang untuk memastikan jaringan BRI tetap terhubung kapan pun dan di mana pun, termasuk dalam kondisi darurat. Ketika jaringan komunikasi umum lumpuh, sistem satelit kami memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan,” ujarnya.

Menurut Mucharom, satelit menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas operasional.

Jangkauan BRIsat meliputi lebih dari tujuh ribu unit kerja BRI, termasuk wilayah 3T yang kerap terkendala jaringan terestrial.

Aktivasi Business Continuity Plan (BCP) dilakukan segera setelah unit kerja di wilayah terdampak melaporkan gangguan.

Integrasi antara BCP dan komunikasi satelit memungkinkan layanan perbankan tetap berjalan.

Baik itu transaksi penting, pengiriman laporan lapangan, hingga koordinasi penyaluran bantuan.

“BCM membuat layanan BRI tetap hadir ketika masyarakat membutuhkan akses keuangan pada masa krisis,” terang Mucharom.

Tak hanya memastikan layanan berjalan, BRI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir melalui BRI Peduli.

Di Sumatera Utara, bantuan disalurkan ke Desa Sialang, Silaiya, Bange dan Sipange.

Di antaranya, ribuan paket makanan cepat saji, sembako, air mineral, obat-obatan dan perlengkapan darurat.

Bantuan diberikan oleh pekerja BRI melalui unit kerja terdekat.

Di Sumatera Barat, BRI menyalurkan perahu karet dan pelampung melalui BPBD Kota Padang, paket makanan cepat saji bagi warga Lubuk Minturun, Koto Tangah.

Penyaluran dilakukan oleh Tim Elang Relawan BRI bersama pekerja unit kerja setempat.

Keberhasilan menjaga konektivitas di tengah bencana menunjukkan kesiapan digital BRI dalam menghadapi situasi ekstrem.

Dengan infrastruktur satelit yang kuat dan BCM yang teruji, BRI memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan keuangan meski jaringan darat lumpuh. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#Business Continuity Plan #perbankan darurat #BRISat #bencana Sumatera #BRI banjir Sumatra #Digital Banking BRI #Satelit BRI #layanan BRI tetap berjalan #fiber optik putus #BCM BRI #BRI peduli