Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2026 di Kabupaten Madiun telah berjalan hampir dua pekan.
Namun, jumlah calon jemaah haji (CJH) yang melakukan pelunasan masih tergolong rendah.
Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Madiun, total kuota CJH yang berhak melunasi Bipih sebanyak 389 orang.
Dari jumlah tersebut, baru 102 CJH atau sekitar 26,22 persen yang telah menyelesaikan pelunasan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Madiun Bisri Mustafa menjelaskan, dari hasil monitoring, saat ini terdapat 182 CJH yang telah lolos pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan istithaah.
“Berdasarkan data monitoring kami, yang sudah lolos cek kesehatan dan dinyatakan istithaah ada 182 orang, dan 102 orang di antaranya sudah melunasi bipih,” paparnya.
Dari 182 CJH yang telah dinyatakan istithaah tersebut, masih sekitar 80 orang yang belum melakukan pelunasan.
Sementara itu, 207 CJH lainnya hingga kini masih dalam proses pemeriksaan kesehatan dan menunggu hasil untuk menentukan status istithaah.
“207 CJH ini memang belum bisa melunasi karena syarat utama pelunasan wajib istithaah, mereka harus menunggu hasil cek kesehatan dari Dinas Kesehatan keluar terlebih dahulu baru bisa mulai tahap pelunasan,” jelasnya.
Meski waktu pelunasan tahap pertama tersisa sekitar dua pekan lagi, Bisri tetap optimistis CJH asal Kabupaten Madiun dapat memaksimalkan tahapan tersebut.
Pihaknya juga terus melakukan pendampingan serta memberikan layanan administrasi bagi CJH yang mengalami kendala.
“Masih ada dua pekan jadi kami akan terus menunggu perkembangan dari CJH, pun setiap hari data pelunasan terus bergerak, sehingga kami optimistis bisa maksimalkan tahapan ini,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto