Jawa Pos Radar Madiun – Perayaan Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Pepanthan Golang, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, berlangsung khidmat dan penuh makna toleransi.
Tak hanya dihadiri puluhan jemaat, acara bertema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” itu juga melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama.
Kebersamaan terasa kuat sejak awal ibadah. Warga sekitar yang mayoritas beragama Islam turut ambil bagian menyukseskan perayaan.
Mulai dari membantu sebagai pramusaji hingga menyiapkan hidangan untuk tamu undangan.
Sebagai bentuk solidaritas, panitia Natal juga membuka donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera.
Jemaat satu per satu menyisihkan rezeki, menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum kepedulian sosial.
“Tuhan hadir untuk menyelamatkan kita semua. Kita harus saling berbelas kasih, terutama di saat-saat seperti ini. Di tengah perayaan Natal ini, kita juga memikirkan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam,” ujar Pendeta GKJW Jemaat Madiun Brahmn Karismatius.
Di tengah rangkaian acara, peran masyarakat lintas iman tampak nyata.
Remaja karang taruna dan warga setempat bahu-membahu memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Sangat menyentuh melihat kebersamaan ini. Para remaja karang taruna dan masyarakat sekitar bekerja bersama untuk memastikan acara ini berjalan lancar. Ini adalah contoh nyata dari hidup berdampingan secara damai,” kata Mujahidin, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madiun.
Sebagai pengurus FKUB, Mujahidin menegaskan bahwa perayaan Natal merupakan bagian dari kehidupan sosial yang harus dihormati semua kalangan.
Menurutnya, harmoni antarumat beragama merupakan cerminan nilai Pancasila yang hidup di tengah masyarakat.
“Kami berusaha mewujudkan masyarakat yang Pancasilais, di mana interaksi sosial yang terjalin antar umat beragama adalah bentuk ibadah sosial yang nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dia berharap semangat kebersamaan di GKJW Pepanthan Golang dapat menjadi contoh harmonisasi kebhinekaan di Kabupaten Madiun.
“Keharmonisan yang terjalin di sini menjadi bukti bahwa masyarakat dapat hidup berdampingan dalam kedamaian, kenyamanan, dan kesejahteraan,” tambahnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto