MADIUN – Timbulan sampah di Kabupaten Madiun diproyeksikan meningkat selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pergerakan penduduk dan aktivitas masyarakat di berbagai titik keramaian berpotensi menambah volume sampah harian yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun M Zahrowi menyampaikan, potensi kenaikan timbulan sampah selama periode libur Nataru diperkirakan mencapai 6,53 persen dibandingkan hari normal.
“Proyeksi potensi kenaikan volume timbulan sampah dari pergerakan penduduk kurang lebih sebesar 6,53 persen selama masa liburan Nataru ini,” ungkap Zahrowi.
Zahrowi merinci, persentase tersebut merupakan proyeksi kenaikan produksi sampah harian.
Pada kondisi normal, volume sampah yang masuk ke TPA Kabupaten Madiun rata-rata sekitar 40 ton per hari.
Selama periode Nataru, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 43 ton per hari.
Menurutnya, lonjakan timbulan sampah terutama bersumber dari aktivitas masyarakat di sejumlah titik keramaian.
Tempat wisata, sarana dan ruang publik, hingga sektor kuliner menjadi kontributor utama peningkatan produksi sampah selama libur panjang.
“Sumber potensial timbulan sampah berasal dari tempat wisata, sarana dan ruang publik seperti ruang terbuka hijau, serta restoran dan warung makan yang tersebar di berbagai wilayah,” bebernya.
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, DLH Kabupaten Madiun telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi.
Upaya yang dilakukan meliputi monitoring intensif, publikasi kampanye perayaan Nataru minim sampah, serta peningkatan kesiapsiagaan layanan persampahan di area pusat aktivitas masyarakat.
Selain penguatan layanan, Zahrowi juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam mengurangi produksi sampah selama libur Nataru.
Partisipasi publik dinilai penting untuk menekan volume sampah yang dihasilkan.
“Kami mengajak masyarakat lebih peduli, seperti membawa tumbler, tas belanja pakai ulang, dan tidak membuang sampah sembarangan. Intinya, ayo bersama-sama meminimalkan produksi sampah di setiap waktu dan tempat,” tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto