Jawa Pos Radar Madiun – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi petani melon di Desa Kuwiran, Kecamatan Kare.
Wisata petik buah melon menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang mengisi liburan dengan pengalaman memetik buah langsung dari kebun.
Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi adalah Greenhouse Paman Jack milik Marjoko, warga Dusun Golang.
Pengunjung datang dari berbagai daerah untuk menikmati sensasi memetik melon sendiri di kawasan lereng Gunung Wilis.
Nita, pengunjung asal Madiun, mengaku tertarik datang karena ingin merasakan pengalaman berbeda saat membeli melon.
Konsep petik sendiri dinilai memberi kepuasan tersendiri bagi wisatawan.
“Memang sejak kemarin pengen ke sini, mau beli melon langsung dari kebunnya dan mumpung ini libur jadi sekalian mengajak keluarga berwisata, apalagi tempatnya ini di lereng Wilis jadi cocok untuk berwisata menikmati alam dan berkuliner buah melon,” ungkap Nita.
Pemilik kebun, Marjoko, mengatakan wisata petik buah telah dibuka sejak sepekan terakhir.
Momentum libur Nataru dinilai tepat karena tanaman melon telah memasuki masa panen.
“Memang untuk masa tanam kami sesuaikan dengan momen libur panjang, seperti Nataru ini atau nanti kami buka kembali di momen libur lebaran, agar masyarakat bisa leluasa dan tertarik datang ke sini menikmati melon dengan sensasi petik sendiri,” katanya.
Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan itu mulai menekuni pertanian melon sejak 2023.
Ia memilih konsep wisata edukasi sebagai strategi usaha, sekaligus menambah alternatif destinasi wisata di Kecamatan Kare.
Menurut Marjoko, menjual melon langsung ke konsumen dinilai lebih efektif dibanding melalui tengkulak.
Selain harga lebih baik, kualitas dan rasa melon lebih mudah diterima pasar.
Saat ini, kebun melon Paman Jack menyediakan empat varietas melon, yakni adinda, yellow emperor, koreana, dan inthanon.
Pada masa libur panjang, jumlah pengunjung meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
“Varietas ini kami pilih beragam agar pengunjung bisa leluasa memilih sesuai selera masing-masing. Untuk jumlah tanaman ini sekitar 800 batang, dengan harga jual sekitar Rp 25 ribu per kilogram untuk semua varietas,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto