Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembukaan akses baru menuju kawasan pusat pemerintahan (puspem) Caruban terus dimatangkan.
Proyek jalan tembus dari Jalan Ahmad Yani kini tinggal menunggu tahapan paparan lanjutan, meski perencanaan teknis dan desain dasar telah dirampungkan.
Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Lubis mengatakan, secara teknis desain jalan tembus dari sisi utara menuju puspem sudah siap.
Namun, sebelum masuk tahap pembangunan, pihaknya masih akan melakukan pemaparan kembali kepada pemangku kebijakan.
“Secara desain sudah, tinggal nanti kami paparkan lagi. Doakan supaya akses dari Ahmad Yani itu bisa tembus ke pusat pemerintahan,” ungkap Boby.
Menurutnya, setelah paparan dilakukan, pembangunan tidak serta-merta dikerjakan sekaligus.
Realisasi proyek direncanakan bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Karena itu, kesiapan pendanaan menjadi faktor penentu dimulainya pekerjaan fisik.
“Pembangunan kemungkinan dilakukan bertahap. Nanti akan saya paparkan lagi sambil melihat kemampuan anggaran kita,” jelasnya.
Boby menambahkan, pembahasan kebutuhan anggaran menjadi fokus utama dalam paparan lanjutan tersebut.
Ia berharap proyek strategis ini sudah bisa mulai direalisasikan pada 2026.
“Mudah-mudahan di 2026 ini kami sudah bisa memulai, setelah paparan dan kebutuhan anggarannya kami diskusikan kembali,” tuturnya.
Sebagai informasi, rencana jalan tembus ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Puspem Caruban sesuai grand desain yang telah disusun.
Akses baru dirancang berupa jalan dua lajur dengan panjang kurang dari 800 meter, menembus sisi barat Pendopo Ronggo Djumeno, sekaligus dilengkapi gerbang masuk puspem dari arah utara.
Proyek tersebut diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp 25 miliar dan diharapkan mampu membuka akses yang lebih representatif serta memperlancar mobilitas menuju pusat pemerintahan baru Kabupaten Madiun. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto