Jawa Pos Radar Madiun – Wacana pemindahan Pos 2 Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun mengemuka.
Pos yang saat ini berada di lingkungan Pendopo Muda Graha direncanakan pindah ke wilayah Desa Tiron atau Nglames.
Langkah ini dipertimbangkan demi mempermudah mobilitas armada damkar saat menuju lokasi kejadian.
Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun Andy Koerniawan menyampaikan, hingga kini belum ada rencana penambahan pos damkar baru pada 2026.
Fokusnya masih sebatas wacana relokasi Pos 2.
“Untuk penambahan pos damkar tahun ini belum ada rencana, yang ada masih wacana pemindahan pos 2,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1).
Menurut Andy, lokasi Pos 2 yang berada di pusat kota justru kerap menjadi kendala saat armada bergerak cepat.
Mobil pemadam sering terhambat lalu lintas padat, harus memutar, bahkan melewati perlintasan rel kereta api.
“Kalau di tengah kota banyak hambatan. Harus memutar dan melewati rel kereta. Sedangkan di wilayah Nglames atau Tiron lebih strategis,” jelasnya.
Pos 2 Damkar Kabupaten Madiun memiliki wilayah layanan cukup luas, meliputi Kecamatan Jiwan, Sawahan, Madiun, dan Wungu.
Jika dipindahkan, pos tersebut akan dirancang dengan konsep serupa Pos 1 di sekitar Pasar Burung Mejayan atau Pos 3 di Kecamatan Geger.
“Tipenya menyesuaikan pos yang sudah ada. Saat ini kami masih mencari dan mengusulkan lokasinya dulu, nanti tergantung tindak lanjutnya,” imbuh Andy.
Saat ini, Damkar Kabupaten Madiun masih berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mencari lokasi yang dinilai paling ideal.
Namun, wacana pemindahan tersebut belum dibarengi pembahasan anggaran maupun penambahan sarana dan prasarana pendukung.
“Harapannya, kalau pos ini dipindah, pelayanan ke masyarakat bisa lebih cepat dan mudah, baik untuk kebakaran maupun non-kebakaran,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto