Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kasus PMK di Kabupaten Madiun Makin Meluas, 30 Sapi Terindikasi Tertular

Dian Rahayu • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:32 WIB
DIDESINFEKSI: Petugas DKPP Kabupaten Madiun melakukan penyemprotan disinfektan pada hewan ternak di Pasar Hewan Bajulan untuk mencegah penyebaran PMK. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
DIDESINFEKSI: Petugas DKPP Kabupaten Madiun melakukan penyemprotan disinfektan pada hewan ternak di Pasar Hewan Bajulan untuk mencegah penyebaran PMK. DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Madiun menunjukkan tren peningkatan.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sebanyak 30 ekor sapi dilaporkan terindikasi tertular PMK.

Angka tersebut melonjak dibandingkan pekan sebelumnya yang masih di kisaran 18 ekor.

Sejumlah peternak mulai merasakan dampaknya.

Salah satunya Dardiri, peternak sapi di Kecamatan Saradan.

Dia mengungkapkan, beberapa sapi di lingkungannya menunjukkan gejala mengarah PMK, seperti mulut berbusa dan kondisi tubuh lemas.

“Sebagai antisipasi, kami perketat kebersihan kandang dan memberikan jamu-jamuan pada ternak. Penyemprotan disinfektan juga rutin dilakukan,” ujarnya saat ditemui di Pasar Hewan Bajulan, Saradan, Selass (20/1).

Berdasarkan pendataan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, puluhan kasus terduga PMK tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.

Antara lain Saradan, Gemarang, Dolopo, Wonoasri, Wungu, dan Madiun.

Dari total kasus itu, sepuluh ekor sapi berada di wilayah Kecamatan Dolopo.

Mayoritas sapi yang terindikasi PMK telah mendapatkan penanganan medis dari dokter hewan.

Namun, sebagian lainnya terpaksa disembelih lebih awal karena kondisi kesehatan yang memburuk dan untuk mencegah penularan lebih luas.

Dokter Hewan Puskeswan Pilangkenceng drh Denny Irawan Wardhana menjelaskan, meningkatnya kasus PMK dipengaruhi faktor musim pancaroba.

Peralihan dari kemarau ke musim hujan menciptakan kondisi lembab yang memicu berkembangnya penyakit hewan menular strategis.

“Pada musim lembab, hewan lebih rentan tertular PMK. Peternak kami imbau meningkatkan perawatan, kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan ternak,” jelasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#DKPP Kabupaten Madiun #penyakit mulut dan kuku #sapi terjangkit PMK #kesehatan ternak #wabah pmk #madiun #PMK Madiun #Pasar Hewan Bajulan