Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun menanggapi serius maraknya kasus dugaan korupsi yang menjerat sejumlah pejabat di berbagai daerah.
Situasi tersebut menjadi peringatan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk kembali memperkuat komitmen integritas, terutama dalam menjalankan tugas dan kewenangan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya ASN bekerja sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.
Hal itu disampaikannya di sela pembukaan pelatihan menjahit sepatu yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian di Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, kemarin (21/1).
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujar bupati.
Menurutnya, mencuatnya kasus dugaan korupsi di sejumlah daerah harus dijadikan pengingat agar ASN lebih berhati-hati dalam mengelola kewenangan dan anggaran yang melekat pada jabatan.
Seluruh proses kerja, kata dia, harus berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Aturan dan regulasinya sudah jelas. Jadi semua harus berjalan berdasarkan ketentuan itu,” tegasnya.
Mas Hari Wur—sapaan akrab Bupati Madiun—juga menekankan kembali pentingnya pakta integritas di lingkungan Pemkab Madiun.
Pakta integritas tidak boleh dimaknai sekadar formalitas administratif, melainkan harus benar-benar diterapkan dalam praktik kerja sehari-hari.
“Pakta integritas itu harus benar-benar dilaksanakan, bukan hanya ditandatangani,” tandasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto