Jawa Pos Radar Madiun – Penantian panjang warga Desa Klumutan, Kecamatan Saradan untuk bisa mengakses jembatan yang layak akhirnya terpenuhi.
Jembatan penghubung di Kecamatan Saradan yang sempat rusak akibat banjir tersebut kini resmi dimanfaatkan, seiring peresmian proyek pembangunan infrastruktur Kabupaten Madiun tahun anggaran 2025, kemarin (27/1).
Peresmian dipusatkan di lokasi penggantian Jembatan Klumutan, Desa Klumutan, dan ditandai dengan penandatanganan prasasti pembangunan serta pemotongan pita oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya pemanfaatan sejumlah infrastruktur strategis di Kabupaten Madiun.
‘’Ini sesuai dengan visi misi Pemkab Madiun untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkap Mas Hari Wur –sapaan Bupati Madiun.
Peresmian dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, perwakilan forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, rekanan proyek, serta disaksikan masyarakat secara langsung.
Acara juga disiarkan secara live melalui kanal YouTube resmi Pemkab Madiun agar dapat diikuti masyarakat luas.
‘’Tujuan kami adalah kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Mas Hari Wur menjelaskan, pembangunan Jembatan Klumutan merupakan jawaban atas penantian warga sejak jembatan lama rusak akibat banjir beberapa tahun lalu.
Dengan terbangunnya jembatan baru, akses mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian di wilayah Saradan diharapkan semakin lancar.
Infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi warga.
‘’Mudah-mudahan dengan terbangunnya jembatan ini memudahkan akses masyarakat, khususnya Desa Klumutan,” ucapnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. Bukan hanya Jembatan Klumutan, tetapi infrastruktur lainnya.
Menurutnya, fasilitas umum yang sudah diserahkan kepada warga harus digunakan secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemkab pun membuka ruang komunikasi apabila ditemukan kerusakan di lapangan. “Karena kalau tidak dirawat ya percuma, manfaatnya tidak maksimal,” pesannya.
Peresmian Infrastruktur Pemkab Madiun TA 2025
1. Penggantian Jembatan Klumutan, Desa Klumutan, Kecamatan Saradan
Jembatan beton pracetak dengan panjang 24 meter dan lebar 8,1 meter
Nilai proyek: Rp 9,98 miliar
2. Rehabilitasi saluran drainase dan trotoar Jalan Ahmad Yani Lanjutan
Panjang penanganan 1.080 meter
Nilai proyek: Rp 6,89 miliar
3. Peningkatan jaringan irigasi DI Kali Gede
Nilai proyek: Rp 6,11 miliar
4. Peningkatan SPAM jaringan perpipaan Desa Batok, Kecamatan Gemarang
Nilai proyek: Rp 1,52 miliar
5. Peningkatan SPAM jaringan perpipaan Desa Segulung, Kecamatan Dolopo
Nilai proyek: Rp 942,4 juta
6. Pembangunan Gedung Instalasi Linen RSUD Dolopo
Nilai proyek: Rp 2,18 miliar
7. Pembangunan doorlop RSUD Caruban
Nilai proyek: Rp 1,25 miliar
8. Revitalisasi SMPN 2 Mejayan
Nilai proyek: Rp 3,56 miliar
9. Rehabilitasi ruang kelas SD Negeri Sidomulyo 2, Kecamatan Sawahan
Nilai proyek: Rp 598,2 juta
10. Pembangunan pagar Makam Gemblung, Desa Klecorejo, Kecamatan Mejayan
Nilai proyek: Rp 398,6 juta
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Lubis menyampaikan, peresmian proyek infrastruktur tersebut bertujuan mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan merata.
Hal ini sejalan dengan misi keempat Pemkab Madiun, yakni membangun sarana dan prasarana wilayah yang lebih memadai, merata, dan berkeadilan.
Infrastruktur menjadi fondasi penting untuk mendukung misi pembangunan lainnya.
‘’Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah,” jelas Boby.
Pihaknya pun memerinci proyek utama yang diresmikan, penggantian Jembatan Klumutan dengan jembatan beton pracetak sepanjang 24 meter dan lebar 8,1 meter senilai Rp 9,98 miliar.
Selain itu, terdapat rehabilitasi saluran drainase dan trotoar Jalan Ahmad Yani Lanjutan sepanjang 1.080 meter senilai Rp 6,89 miliar, serta peningkatan jaringan irigasi DI Kali Gede senilai Rp 6,11 miliar.
Proyek-proyek tersebut difokuskan untuk menunjang sektor transportasi dan pertanian.
‘’Infrastruktur ini diharapkan memberi dampak langsung bagi aktivitas masyarakat,” tutur Boby.
Pemkab Madiun juga meresmikan peningkatan SPAM jaringan perpipaan di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, senilai Rp 1,52 miliar dan di Desa Segulung, Kecamatan Dolopo, senilai Rp 942,4 juta.
Di sektor kesehatan, dibangun Gedung Instalasi Linen RSUD Dolopo senilai Rp 2,18 miliar serta pembangunan doorlop RSUD Caruban senilai Rp 1,25 miliar. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
“Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Kabupaten Madiun sebagai pengguna layanan dasar,” imbuhnya.
Sektor pendidikan turut mendapat perhatian pemkab melalui revitalisasi SMPN 2 Mejayan senilai Rp 3,56 miliar dan rehabilitasi ruang kelas SD Negeri Sidomulyo 2 Kecamatan Sawahan senilai Rp 598,2 juta oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).
Pemkab Madiun juga membangun pagar Makam Gemblung di Desa Klecorejo, Kecamatan Mejayan, dengan nilai Rp 398,6 juta.
Proyek tersebut dikerjakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun.
Seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen mewujudkan visi Madiun bersih, sehat, dan sejahtera Madiun Bersahaja. (odi/aan/*)
Editor : Mizan Ahsani