Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun masih menggunakan skema lama dalam sistem pembiayaan pensiun aparatur sipil negara (ASN).
Hingga kini belum ada penerapan iuran pensiun mandiri atau skema fully funded bagi ASN di daerah, meski isu tersebut menguat dalam beberapa hari terakhir.
“Belum ada, masih menggunakan skema lama yang berlaku saat ini,” ungkap Kepala PT Taspen Cabang Madiun Susilo.
Penegasan itu disampaikan Susilo saat pengarahan bupati dan sosialisasi ketaspenan bagi calon purna tugas ASN Pemkab Madiun 2026 di Pendapa Muda Graha, Kamis (5/2).
Susilo menyebut, selama ini tidak ada kendala berarti dalam proses pencairan maupun penyaluran manfaat pensiun.
Begitu ASN memasuki masa jatuh tempo pensiun, hak peserta langsung diproses sesuai aturan yang berlaku.
Hal tersebut menjadi bentuk kepastian layanan bagi ASN yang memasuki masa purna tugas.
“Alhamdulillah selama ini kendala tidak ada, ketika jatuh tempo pensiun langsung dibayarkan,” katanya.
Taspen juga mengingatkan maraknya penipuan yang menyasar pensiunan maupun ASN aktif.
Modus yang kerap digunakan yakni mengatasnamakan Taspen dan meminta pembaruan data melalui pesan WhatsApp.
Di wilayah Madiun, kasus serupa sempat memakan korban.
“Kami mengimbau agar tidak cepat merespons WA yang mengatasnamakan Taspen, mohon diklarifikasi terlebih dahulu,” jelas Susilo.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi memberikan pengarahan kepada 250 ASN yang akan pensiun periode April–Desember 2026.
Dia menekankan pentingnya kesiapan mental menghadapi masa purna tugas karena tidak sedikit ASN mengalami sindrom pensiun.
“Dari yang sebelumnya sibuk dengan aktivitas dan tanggung jawab, nanti kembali ke keluarga dan masyarakat, ini harus dipersiapkan psikisnya,” tutur Dokter Pur—sapaan wabup.
Selain kesiapan mental, Pemkab Madiun juga menekankan kelengkapan administrasi menjelang pensiun agar proses di Taspen berjalan lancar.
Dokter Pur turut mengingatkan bahaya penipuan yang kerap menyasar pensiunan melalui media sosial dan pesan singkat.
“Waktu luang banyak, pegang HP terus, jangan sampai terjebak penipuan, judi online, atau hal-hal negatif lainnya,” pesannya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto