Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada hari ini, Senin (9/2), menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan media di tanah air, tak terkecuali di Kabupaten Madiun.
Mengusung tema besar "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat", peringatan tahun ini mendapat perhatian khusus dari kalangan legislatif.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menyampaikan harapannya agar pers terus bertransformasi menjadi pilar yang semakin kuat dalam mendorong kemajuan daerah.
"Ya pada prinsipnya, dengan Hari Pers Nasional, semoga saja pers semakin jaya, pers semakin baik untuk menyerap aspirasi masyarakat dan beritanya betul-betul yang bisa mendorong kemajuan di Kabupaten Madiun," ungkap Fery, Senin (9/2).
Baca Juga: Kemenhaj Kota Madiun Gelar Manasik Massal 10 Februari, Hadirkan PPIH Arab Saudi
Pers Sebagai Jembatan Rakyat dan Pemerintah
Politisi senior ini menekankan peran strategis media sebagai penyambung lidah rakyat.
Menurutnya, keberadaan media massa sangat vital sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat di akar rumput dengan para pemangku kebijakan (stakeholder).
Ia mendorong insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme.
Kritik yang membangun dan penyampaian aspirasi yang akurat sangat dibutuhkan agar pembangunan di Kabupaten Madiun tepat sasaran.
Baca Juga: RSUD dr Darsono Pacitan Tangani 876 Kasus Kanker Payudara Sepanjang 2025
Tantangan Era Digital: Harus Selektif dan Anti-Hoaks
Fery juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi jurnalis di tahun 2026 ini.
Derasnya arus informasi teknologi (IT) dan menjamurnya media berbasis digital menuntut kewaspadaan tingkat tinggi.
"Tantangannya pers ke depan karena sekarang sudah banyak IT, sudah banyak media-media. Teman-teman media saya harapkan betul-betul selektif dalam mencari dan mengolah berita," tegas Fery.
Di tengah banjir informasi, Fery mengingatkan agar wartawan tidak terjebak dalam arus kecepatan semata yang mengorbankan akurasi.
Jaga Kepercayaan Publik
Menutup refleksinya, Fery menegaskan pentingnya menjaga keutuhan informasi agar tidak menimbulkan salah persepsi atau kegaduhan di tengah masyarakat.
Kontrol sosial dan evaluasi memang diperlukan, namun harus disajikan secara sehat dan berimbang (cover both sides).
Hal ini mutlak dilakukan agar tingkat kepercayaan publik terhadap media arus utama tetap terjaga.
"Semoga saja media semakin dipercaya oleh masyarakat Kabupaten Madiun," tandasnya. (odi/naz)
Editor : Mizan Ahsani