Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan yang mengaduk-aduk emosi antara tawa, sentilan keras, dan perenungan mendalam disuguhkan oleh peserta ke-20, Syarifatur Rahmania, di panggung Grand Final Festival Dai Cilik 2026.
Siswi dari MIN 1 Madiun ini tampil dengan intonasi jelas dan penuh semangat di Atrium Suncity Mall Madiun, Sabtu (14/2).
Tak sekadar berdakwah, Syarifatur mengajak ratusan hadirin untuk bercermin lewat pertanyaan menohok.
"Siapa yang hidup di atas suatu kebiasaan, maka ia akan diwafatkan dalam kebiasaan tersebut."
Sindiran Menohok: "Di Mana Handphonenya?"
Momen paling memorable dari penampilan Syarifatur adalah saat ia menyentil ketergantungan manusia modern pada gawai.
"Di mana… di mana handphonenya? Di mana… di mana remotenya?" tanyanya dengan nada berirama yang akrab di telinga.
Hadirin pun tersenyum kecut saat Syarifatur mengajak membayangkan skenario mengerikan.
Malaikat maut datang menjemput nyawa saat seseorang sedang asyik scrolling media sosial, bukan sedang beribadah.
"Na’udzubillah," ujarnya, mengingatkan audiens untuk memilih antara husnul khatimah atau su’ul khatimah.
Untuk mencairkan suasana yang sempat tegang, Syarifatur melontarkan humor lokal yang segar.
"Bagaimana Rasul berpuasa? Apakah ke Pasar Lama beli Pecel Madiun?" selorohnya yang langsung disambut gelak tawa penonton.
Lewat candaan itu, ia masuk ke pesan inti. Rasulullah tidak menghabiskan waktu puasa hanya untuk berburu makanan, melainkan semakin taat, santun, dan produktif.
Ia mengajak teman-temannya meneladani sifat Shiddiq (Jujur), Amanah (Terpercaya), dan Tabligh (Menyampaikan Kebaikan).
"Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru harus tetap aktif dan penuh energi kebaikan," tegasnya.
Di penghujung penampilannya, Syarifatur mengajak audiens berkomitmen lewat nyanyian unik.
"Jangan pegang lama-lama handphone dan remotenya, Al-Qur’an harus dibaca!"
Penampilannya ditutup dengan doa yang sangat menyentuh hati, memohon agar kelak diwafatkan saat lisan sedang berzikir menyebut asma Allah.
Sebuah penutup yang kuat dan membuat merinding seluruh isi mall. (*)
Editor : Mizan Ahsani