Jawa Pos Radar Madiun – Aparat kepolisian memburu pelaku pencurian disertai pembobolan yang terjadi di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan Madiun.
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku yang menggasak belasan perangkat elektronik milik sekolah tersebut.
Kapolsek Nglames AKP Agustinus Dwi Cahyono mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Masih kami lakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang.
Pelaku diduga masuk ke dalam ruang sekolah melalui jendela belakang dengan cara mencongkel.
“Dari hasil olah TKP, pelaku diduga masuk melalui jendela belakang sekolah dengan cara mencongkel,” jelasnya.
Dia menyebut, barang yang dilaporkan hilang antara lain satu unit laptop, 12 unit chromebook, serta satu hard disk.
Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 17 juta.
“Kerugian kurang lebih Rp 17 juta,” ungkap AKP Agustinus.
Terpisah, Kabid Pembinaan SD Dikbud Kabupaten Madiun Parnoto membenarkan kejadian tersebut.
Pihaknya menerima laporan lisan dari guru SDN Tiron 02 terkait peristiwa pembobolan itu.
Bahkan, Dikbud telah memberangkatkan personel untuk melihat kondisi sekolah.
“Tadi pagi kami juga minta staf datang ke sana, saat masih dipasang police line,” tambahnya.
Parnoto menyebut pihak Dikbud selama ini telah mengingatkan sekolah-sekolah untuk meningkatkan keamanan, khususnya pada ruang penyimpanan inventaris.
Pengamanan ganda seperti pintu dobel, tralis, hingga pemasangan CCTV diminta menjadi perhatian.
“Pasca kejadian ini kami akan ingatkan kembali sekolah-sekolah,” tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto