Jawa Pos Radar Madiun – Kobaran api sempat membuat panik petugas RSUD Caruban Madiun, Sabtu pagi (7/3).
Api muncul dari ruang loket pendaftaran poli rawat jalan.
Sejumlah staf rumah sakit bergegas menuju lokasi sambil membawa alat pemadam api ringan (APAR).
Api yang muncul dari meja komputer di ruang loket sempat membesar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui petugas kebersihan taman rumah sakit, Mariyanto.
Saat itu dia sedang membersihkan rumput di sekitar taman dekat ruang loket pendaftaran.
’’Awalnya muncul kepulan asap keluar dari celah jendela bagian barat ruangan loket yang dalam kondisi tertutup,’’ ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Mariyanto langsung meminta rekannya melapor kepada petugas keamanan.
Dia juga ikut membantu memadamkan api dengan mengambil air dari kolam taman menggunakan timba.
’’Kurang lebih sekitar 15 menit sampai apinya padam. Titik api diduga berasal dari komputer di meja loket. Kobaran sempat membumbung sekitar satu setengah meter,’’ jelasnya.
Beruntung api tidak merambat ke bagian ruangan lain.
Saat kejadian, ruang pelayanan tersebut dalam kondisi kosong karena layanan rawat jalan tidak beroperasi pada Sabtu.
Direktur RSUD Caruban Madiun Farid Amirudin mengatakan pihak rumah sakit sempat melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran Kabupaten Madiun.
’’Tidak ada korban jiwa. Ada beberapa komputer yang terbakar, tetapi api berhasil dipadamkan,’’ katanya.
Pihak rumah sakit memastikan pelayanan tetap berjalan dengan mengalihkan aktivitas ke ruangan lain.
’’Nanti dialihkan ke ruang lain. Pelayanan tidak boleh terganggu,’’ ujarnya.
Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan tim Inafis.
Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik pada perangkat komputer. (her)
Editor : Hengky Ristanto