Jawa Pos Radar Madiun – Seekor Trenggiling ditemukan warga di belakang rumahnya di Desa Tileng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Satwa langka tersebut kemudian diserahkan secara sukarela kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk ditangani lebih lanjut.
Relawan Jaga Satwa Indonesia (JSI) Madiun Yonny Purwandana mengatakan trenggiling pertama kali ditemukan warga bernama Suwandi.
’’Awalnya trenggiling ditemukan oleh Pak Suwandi di belakang rumahnya di Tileng,’’ ujarnya.
Setelah menerima laporan, relawan JSI bernama Yasin langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan edukasi kepada warga.
Setelah mendapatkan penjelasan bahwa trenggiling termasuk satwa dilindungi undang-undang, warga akhirnya bersedia menyerahkannya secara sukarela.
’’Setelah diedukasi bahwa trenggiling ini satwa dilindungi dan ada konsekuensi hukum jika memelihara tanpa izin, akhirnya diserahkan secara sukarela,’’ jelasnya.
Menurut Yonny, penemuan trenggiling di wilayah Kabupaten Madiun tergolong jarang terjadi.
Dalam satu tahun terakhir, relawan JSI baru sekali melakukan evakuasi satwa tersebut.
’’Selama satu tahun ini baru sekali evakuasi trenggiling. Yang paling banyak justru ular,’’ katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Madiun Agustinus Krisdijantoro mengatakan trenggiling yang ditemukan masih berukuran kecil.
Karena itu satwa tersebut belum dapat langsung dilepasliarkan.
’’Karena masih kecil, kami akan bawa dulu ke Unit Penyelamatan Satwa di Sidoarjo untuk dilakukan asesmen sebelum nantinya dirilis,’’ ujarnya.
Dia juga mengapresiasi kesadaran warga yang memilih menyerahkan satwa liar kepada petugas.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem.
Trenggiling memiliki peran ekologis penting di alam.
Satwa tersebut berfungsi mengendalikan populasi serangga seperti semut dan rayap.
’’Dalam satu tahun trenggiling bisa memakan hingga sekitar 70 juta semut dan rayap,’’ terangnya.
Selain itu aktivitas menggali tanah yang dilakukan trenggiling juga membantu meningkatkan aerasi tanah dan menyediakan liang bagi satwa lain.
’’Setiap satwa liar memiliki peran dalam rantai makanan, termasuk trenggiling yang juga menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem,’’ imbuhnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto