Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sidak Pasar Caruban, Bupati Madiun Terima Keluhan Atap dan Saluran Rusak

Loditya Fernandes • Selasa, 10 Maret 2026 | 02:00 WIB

SIDAK PASAR: Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama forkopimda memantau harga kebutuhan pokok di pasar menjelang Lebaran. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
SIDAK PASAR: Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama forkopimda memantau harga kebutuhan pokok di pasar menjelang Lebaran. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dua temuan utama dikantongi Bupati Madiun Hari Wuryanto saat memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, kemarin (9/3).

Selain lonjakan harga cabai, pedagang juga mengeluhkan fasilitas pasar yang rusak.

’’Yang paling tinggi tadi cabai merah keriting, masih sekitar Rp 90 ribu per kilogram,’’ ungkap Mas Hari Wur, sapaan bupati.

Pemantauan dilakukan bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi dan jajaran forkopimda.

Kegiatan diawali dari Pasar Utama Caruban sebelum dilanjutkan ke sejumlah lokasi lain.

Dari hasil sidak tersebut, harga bahan pokok seperti beras, gula, telur, dan minyak goreng masih relatif stabil meski terjadi kenaikan tipis menjelang Lebaran.

’’Alhamdulillah sebagian besar harga masih sesuai. Kenaikan sedikit menjelang Lebaran itu biasa,’’ ujarnya.

Menurut Hari Wur, lonjakan harga cabai dipicu faktor cuaca yang memengaruhi produksi di tingkat petani serta meningkatnya permintaan menjelang hari raya.

Pasokan cabai di Pasar Caruban saat ini sebagian didatangkan dari daerah lain seperti Pare dan Magetan.

Pemkab juga mendorong masyarakat menanam cabai secara mandiri untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan.

’’Cabai ini memang sulit dikendalikan karena produksi berkurang sementara permintaan meningkat,’’ jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pemkab menggandeng Perum Bulog serta menggelar operasi pasar murah di beberapa titik.

Pemantauan harga juga rutin dilakukan melalui rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah setiap pekan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan spekulasi harga di pasar menjelang Lebaran.

’’Kalau harga naik kita langsung turun supaya spekulan tidak memanfaatkan momentum Lebaran,’’ tegasnya.

Kehadiran kepala daerah juga dimanfaatkan pedagang untuk menyampaikan keluhan fasilitas pasar.

Terutama saluran air yang tersumbat serta talang dan atap pasar yang bocor.

Kondisi tersebut membuat area pasar tergenang air saat hujan.

’’Memang ada beberapa keluhan pedagang karena pasar perlu renovasi. Nanti setelah hari raya kami musyawarahkan supaya penataannya lebih baik,’’ imbuhnya.

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Sayur Caruban, Damis, mengaku saluran air di area pasar sering tersumbat.

Akibatnya air tidak dapat mengalir lancar dan bahkan meluap ke area lapak pedagang saat hujan.

’’Saluran air di sini tidak bisa mengalir lancar. Kalau hujan airnya sampai naik dan masuk ke area pedagang,’’ katanya.

Kerusakan talang dan atap pasar juga telah lama dikeluhkan pedagang.

Bahkan sebagian pedagang terpaksa memperbaikinya secara swadaya.

’’Talang yang rusak ini sebagian pedagang memperbaiki sendiri dengan swadaya,’’ ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan juga meninjau bazar pasar murah di Pendopo Ronggo Jumeno, penggilingan padi di Bongsopotro, serta gudang logistik di Kaligunting.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan stok pangan di Kabupaten Madiun tetap aman selama Ramadan hingga Idul Fitri. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#sidak pasar Caruban #harga cabai madiun #Bupati Madiun Hari Wuryanto #madiun #pasar caruban madiun