Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah pemilih di Kabupaten Madiun mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) triwulan I 2026, total pemilih mencapai 589.934 orang.
Angka tersebut naik 5.750 pemilih dibandingkan triwulan IV 2025 yang tercatat 584.184 orang.
Ketua KPU Kabupaten Madiun, Nur Anwar, menyebut kenaikan kali ini cukup tinggi.
’’Biasanya selisih hanya sekitar 1.000 sampai 2.000,’’ ujarnya.
Menurut dia, penambahan terbesar berasal dari pemilih pemula.
Jumlah pemilih laki-laki naik dari 284.482 menjadi 287.336.
Sementara pemilih perempuan meningkat dari 299.702 menjadi 302.598.
Kenaikan dinilai relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Pemutakhiran data dilakukan rutin setiap tiga bulan.
Dalam prosesnya, KPU melibatkan sejumlah instansi.
Mulai Kesbangpol, Dispendukcapil, TNI-Polri hingga Bawaslu.
Sebelum pleno, dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas.
Metode yang digunakan adalah sampling karena keterbatasan SDM.
Menurut Nur Anwar, PDPB bertujuan menjaga akurasi data pemilih secara berkelanjutan.
’’Data itu harus dirawat agar ketika masuk tahapan pemilu lebih efektif dan akurat,’’ tegasnya.
Selain penambahan pemilih, proses penghapusan data juga berjalan.
Namun, mekanismenya cukup ketat.
Harus melalui administrasi kependudukan seperti akta kematian. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto