Jawa Pos Radar Madiun – Akses menuju pusat pemerintahan (Puspem) Caruban melalui Jalan DI Panjaitan disiapkan naik kelas.
Pemkab Madiun merancang pelebaran jalan hingga berkonsep jalan kembar.
Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis menyebut, proyek tersebut untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mempercantik kawasan.
“Intinya untuk mempercantik wilayah puspem dan memperlancar akses,” ujarnya, Sabtu (11/4).
Rencana pelebaran dimulai dari pertigaan dekat Matahari hingga kawasan alun-alun.
Jalan akan dibagi menjadi dua lajur terpisah dengan median di tengah.
Masing-masing lajur memiliki lebar sekitar 5 hingga 6 meter.
Total kebutuhan ruang diperkirakan mencapai 15 meter.
“Konsepnya jalan kembar dengan median di tengah agar lebih representatif,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemkab juga merancang pembangunan delta segitiga di depan alun-alun sebagai penanda akses masuk kawasan Puspem.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, anggaran sekitar Rp 11 miliar disiapkan.
Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan fisik.
Mulai pelebaran jalan, pembangunan median, hingga saluran drainase.
Namun, nilai tersebut belum termasuk pembebasan lahan.
“Anggaran Rp 11 miliar itu untuk fisik, belum termasuk pembebasan lahan,” terangnya.
Saat ini, pemkab tengah menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).
Dokumen itu menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi dampak sosial.
Termasuk potensi bangunan warga yang terdampak proyek.
Sosialisasi juga telah dilakukan, terutama kepada warga Kelurahan Krajan.
Pemkab masih menunggu respons masyarakat.
“Kami sudah menyampaikan ke masyarakat dan menunggu masukan,” tambahnya.
Pelebaran dinilai mendesak.
Sebab, kondisi jalan saat ini kerap padat, terutama saat ada kegiatan di alun-alun.
“Kalau ada event di alun-alun, jalan terasa sangat sempit,” katanya.
Meski begitu, realisasi proyek tetap bergantung pada persetujuan masyarakat.
Jika muncul penolakan, pemkab menyiapkan alternatif.
“Kalau ada penolakan itu wajar, nanti kami cari langkah lain,” ujarnya.
Pemkab menargetkan tahap awal dimulai 2027.
Fokus pada pembebasan lahan.
Sedangkan pembangunan fisik dilakukan bertahap hingga 2028. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto