MADIUN – Akses vital warga Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun lumpuh total setelah Jembatan Plumpung ambles, Selasa (14/4). Jalan penghubung antarwilayah itu kini ditutup sepenuhnya.
Kerusakan jembatan sebenarnya sudah terdeteksi sejak sepekan sebelum kejadian.
Warga melihat struktur jembatan mulai melengkung, terutama pada bagian badan.
Bandi, warga setempat, mengatakan warga sempat mengambil langkah antisipasi dengan memasang portal.
’’Cuma untuk sepeda motor dan pejalan kaki,’’ imbuhnya.
Namun, kondisi jembatan memburuk pada malam harinya. Struktur jembatan di sisi utara dilaporkan turun hingga sekitar satu meter dari posisi semula.
Akibatnya, jalur tersebut tidak lagi bisa dilalui dan langsung ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Dampak amblesnya jembatan terasa signifikan bagi aktivitas warga. Akses dari wilayah selatan ke utara maupun sebaliknya terputus.
Warga yang hendak menuju lahan pertanian di Dukuh Plumpung harus memutar hingga dua kilometer.
’’Jelas terhambat, sawah warga Dukuh Plumpung kan di utara semua jadi harus muter dua kilometer untuk sampai ke sawah,’’ bebernya.
Alternatif jalur sementara melalui Jembatan Mlaten. Sementara kendaraan besar harus memutar lebih jauh, sekitar 6 hingga 7 kilometer melalui pertigaan dekat Polsek Balerejo menuju arah Kuwu.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting antar desa hingga penghubung ke wilayah Kabupaten Ngawi.
’’Harapan warga semoga cepat ditangani. Karena jembatan ini akses penting, ke Desa Babadan, Sogo dan lainnya bahkan ke Kabupaten Ngawi,’’ tegasnya.
Pantauan di lokasi, jembatan telah dipasangi portal dan rambu penunjuk arah untuk menghindari pengguna jalan melintas.
Meski demikian, masih ada warga yang nekat melintas dengan berjalan kaki.
Bahkan, sejumlah pengendara terpaksa berbalik arah setelah mengetahui jembatan ditutup. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto