Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Backhoe Sudah Datang, Pengurukan Galian C di Saradan Madiun Masih Tertunda

Loditya Fernandes • Sabtu, 18 April 2026 | 11:00 WIB
Alat berat sudah berada di lokasi, namun pengurukan galian C Saradan masih menunggu kesepakatan warga. FOTO: LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Alat berat sudah berada di lokasi, namun pengurukan galian C Saradan masih menunggu kesepakatan warga. FOTO: LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

MADIUN – Rencana pengurukan kolam bekas galian C di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, masih belum bisa direalisasikan.

Meski alat berat berupa backhoe telah didatangkan ke lokasi sejak Rabu (15/4), pelaksanaan urugan masih menunggu kesepakatan warga.

Ketua RT setempat, Kartono, mengatakan proses masih dalam tahap musyawarah.

“Backhoe-nya sudah datang, tapi belum mulai. Masih dimusyawarahkan,” ujarnya.

Menurut Kartono, pemilik lahan, Sunarto, pada prinsipnya telah menyetujui rencana pengurukan. Namun, belum semua warga sekitar memberikan persetujuan.

“Yang punya lahan sebenarnya sudah mengiyakan, tinggal waktunya saja. Tapi warga sekitar masih belum semua setuju,” jelasnya.

Penolakan sebagian warga bukan tanpa alasan. Mereka khawatir aktivitas alat berat justru merusak lahan pertanian di sekitar lokasi.

Pasalnya, akses menuju titik galian harus melewati area persawahan yang saat ini sedang ditanami.

“Masalahnya banyak sawah di sekeliling situ. Kalau dilewati alat berat, dikhawatirkan merusak tanaman,” imbuh Kartono.

Akibat belum adanya kesepakatan, proses pengurukan sementara ditunda.

Pemerintah desa bersama warga berencana kembali menggelar musyawarah untuk mencari solusi terbaik.

“Nanti akan dimusyawarahkan lagi supaya ada jalan tengah yang aman,” pungkasnya.

Di sisi lain, desakan agar pengurukan segera dilakukan terus menguat. Salah satu warga, Sadino, menyebut kedatangan alat berat merupakan hasil dorongan masyarakat.

Menurutnya, warga tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.

“Itu atas permintaan warga supaya segera diuruk. Setelah kejadian kemarin, kami tidak mau tahu pokoknya harus segera ditutup,” ujarnya.

Kekhawatiran akan potensi munculnya korban baru menjadi alasan utama.

“Yang penting sekarang segera diuruk, jangan sampai ada korban lagi,” tegasnya.

Upaya pengurukan ini merupakan tindak lanjut setelah dua kejadian bocah tewas di lokasi yang sama dalam kurun waktu satu tahun terakhir. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#gakian c saradan #reklamasi tambang #warga Saradan #keselamatan warga #madiun