Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah proyek fisik di Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, terpaksa diparkir.
Anggaran dialihkan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kepala Desa Krandegan Hariyanto mengatakan, penyesuaian dilakukan karena adanya kewajiban alokasi dana desa untuk program tersebut.
“Besarannya sekitar 35 persen. Kegiatan yang output-nya kecil kami evaluasi, bahkan kami kurangi untuk KDKMP,” ujarnya, Minggu (26/4).
Dampaknya, sejumlah proyek infrastruktur seperti drainase belum bisa direalisasikan.
Padahal, sebagian merupakan usulan warga melalui musyawarah dusun dan desa.
“Kami lihat mana yang lebih urgen. Dengan keterbatasan anggaran, drainase yang belum selesai akhirnya ditunda,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya menilai kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang.
Selama ini, pembangunan desa dinilai terlalu bertumpu pada infrastruktur.
“Harapannya KDKMP bisa membangkitkan ekonomi desa,” imbuhnya.
KDKMP Krandegan direncanakan mengelola sejumlah unit usaha. Mulai penyediaan pupuk dan bibit, pengembangan UMKM, hingga apotek desa.
“Potensi kami 70 persen pertanian. Fokus kami menyeimbangkan ekonomi dan SDM,” tandasnya.
Gerai KDKMP akan dibangun di lahan bekas SD hasil regrouping yang dinilai strategis di tengah permukiman warga.
Saat ini, pembangunan sempat terkendala karena pelaksana proyek berhenti.
Namun, proyek akan dilanjutkan melalui pergantian kontraktor.
“Kemungkinan akan di-takeover pelaksana lain,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto