Jawa Pos Radar Madiun – Harapan memperbaiki ekonomi keluarga dari bekerja di luar negeri tak selalu berujung manis.
Dwi Asngatin, 54, warga Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, harus mengakhiri masa kerjanya sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan setelah divonis menderita kanker payudara stadium IV.
Perempuan yang telah merantau selama sekitar 10 tahun itu terpaksa pulang ke tanah air untuk menjalani perawatan intensif.
Kondisinya dinilai tidak memungkinkan untuk ditangani di luar negeri tanpa pendamping keluarga.
Komisaris Yayasan Allena Humanity Project, Luo Allena, mengungkapkan awalnya Dwi sempat berharap bisa menjalani operasi di Taiwan.
Baca Juga: Lapangan Kerja Sulit, 11 Ribu Warga Ponorogo Jadi Pekerja Migran
Namun, hasil pendampingan dengan pihak agensi dan dokter menyarankan agar pasien dipulangkan ke Indonesia.
“Setelah kami dampingi dengan pihak rumah sakit, disarankan untuk dibawa pulang karena kondisinya sudah stadium IV,” ujarnya, Selasa (5/5).
Dwi sebelumnya menjalani pemeriksaan di Lin Shin Hospital Taichung. Dari hasil diagnosis, penyakit yang dideritanya membutuhkan perawatan jangka panjang.
Selain faktor medis, ketiadaan keluarga yang mendampingi selama masa pengobatan di Taiwan juga menjadi pertimbangan utama pemulangan.
Proses kepulangan dilakukan dengan koordinasi lintas pihak.
Yayasan bersama agensi berkomunikasi dengan BP3MI, Disnakerin, hingga pemerintah daerah untuk memastikan penanganan lanjutan di dalam negeri.
Salah satu langkah krusial adalah pengaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Dalam waktu singkat, fasilitas jaminan kesehatan tersebut berhasil diaktifkan untuk mendukung perawatan Dwi setibanya di tanah air.
“Dalam beberapa jam, kami mendapat kabar BPJS PBI sudah aktif,” tambah Allena.
Dwi tiba di Indonesia pada Rabu (30/4) dan sempat menginap di rumah kerabat di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Madiun pada Jumat (1/5).
Setibanya di daerah asal, ia langsung dijemput keluarga dan difasilitasi untuk menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Baca Juga: Minim Lapangan Kerja, Ribuan Warga Madiun Pilih Kerja ke Luar Negeri
Selama satu dekade bekerja di Taiwan, Dwi diketahui menggunakan penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Termasuk membiayai pendidikan anaknya hingga kini bekerja sebagai pegawai pemerintah.
Namun, perjuangan panjang itu harus terhenti karena kondisi kesehatan.
Bahkan, tabungan yang dimiliki disebut telah habis untuk kebutuhan hidup dan pendidikan anak.
“Beliau sebenarnya masih ingin bertahan bekerja, tapi kondisi tidak memungkinkan,” tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto