Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pergi ke Sawah, Petani Wonoasri Madiun Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus

Dian Rahayu • Selasa, 2 Juni 2026 | 19:30 WIB
EVAKUASI: Polisi bersama warga mengevakuasi jasad petani yang ditemukan meninggal di area persawahan Desa Wonoasri. FOTO: POLSEK WONOASRI
EVAKUASI: Polisi bersama warga mengevakuasi jasad petani yang ditemukan meninggal di area persawahan Desa Wonoasri. FOTO: POLSEK WONOASRI

Jawa Pos Radar Madiun – Jebakan tikus beraliran listrik kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Madiun.

Samilan, 54, warga Desa/Kecamatan Wonoasri, ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada Senin (1/6) malam setelah diduga tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang korban akibat penggunaan jebakan tikus listrik yang hingga kini masih ditemukan di sejumlah kawasan pertanian.

Kapolsek Wonoasri AKP Ekha Supriadi mengatakan, korban berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 13.30 WIB untuk pergi ke sawah.

Namun hingga waktu magrib, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Keluarga sempat berupaya menghubungi korban melalui telepon seluler, tetapi tidak mendapatkan respons.

“Karena tidak ada kabar, istri korban meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Pencarian kemudian difokuskan ke area persawahan tempat korban biasa bekerja.

Warga terlebih dahulu menemukan sepeda motor milik korban yang terparkir di sekitar lokasi.

Setelah melakukan penyisiran sejauh sekitar 300 meter dari sawah milik korban, warga menemukan Samilan dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa.

Saat berada di lokasi, warga mengetahui adanya kabel yang masih dialiri listrik di sekitar area persawahan.

Demi menghindari risiko tambahan, saklar listrik yang terhubung dari pinggir jalan terlebih dahulu dimatikan sebelum proses evakuasi dilakukan.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka bakar pada telapak tangan kanan dan paha kiri korban.

Polisi menduga korban terpeleset hingga menyentuh kawat jebakan tikus yang masih dialiri listrik.

“Dari hasil visum, korban diduga meninggal akibat tersetrum aliran listrik bertegangan tinggi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya,” terang Ekha.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahaya penggunaan jebakan tikus listrik di area persawahan.

Meski berbagai sosialisasi telah dilakukan oleh aparat dan instansi terkait, praktik tersebut masih ditemukan di sejumlah lokasi.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan jebakan tikus beraliran listrik karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, baik bagi pemilik sawah maupun warga yang melintas di sekitar area pertanian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasang jebakan tikus listrik karena risikonya sangat fatal dan dapat menimbulkan korban jiwa,” tegasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#wonoasri #Polsek Wonoasri #petani tewas #madiun #Jebakan tikus listrik