Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun tak ingin proyek preservasi jalan senilai besar berhenti di meja perencanaan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto turun langsung ke Jakarta untuk melobi pemerintah pusat demi mempercepat realisasi pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 46,3 kilometer melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU).
Didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Mas Hari Wur menemui jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (8/6).
Audiensi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengawal usulan pembiayaan kreatif yang saat ini tengah diproses pemerintah daerah bersama pemerintah pusat.
“Peningkatan infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menyelaraskan program nasional swasembada pangan dan energi,” ujar Hari Wuryanto, kemarin (9/6).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Madiun juga mematangkan proses pengajuan Project Development Facility (PDF) ke Kementerian Keuangan sebagai salah satu tahapan penting menuju realisasi proyek KPDBU.
Menurut Hari, pembangunan jalan membutuhkan dukungan pendanaan berkelanjutan yang sulit dipenuhi hanya melalui APBD.
Karena itu, skema kerja sama dengan badan usaha dipandang menjadi solusi untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur daerah tanpa membebani kemampuan fiskal pemerintah.
“Kami berharap program ini segera terealisasi. Jika jalan mantap, kesejahteraan masyarakat meningkat dan swasembada pangan lebih mudah diwujudkan,” tegasnya.
Proyek yang diusulkan tersebut akan menyasar jalur-jalur strategis penunjang sektor pertanian dan produksi pangan di wilayah pedesaan.
Pemkab sengaja memprioritaskan ruas jalan produksi karena menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian sekaligus penggerak ekonomi masyarakat desa.
Total panjang jalan yang masuk skema KPDBU mencapai sekitar 46,3 kilometer. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto