Jawa Pos Radar Madiun – Dini hari yang lengang di jalur wisata Dungus berubah menjadi petaka.
Seorang pelajar asal Kecamatan Kare meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya oleng dan menghantam pohon di tepi Jalan Raya Wungu–Dungus, tepatnya di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Rabu (17/6).
Korban diketahui bernama Rio Ilham Saputra, 18, warga Desa Kuwiran, Kecamatan Kare.
Pelajar tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras setelah motor Honda Genio bernopol AE 2077 GZ yang dikendarainya keluar jalur dan menabrak pohon penghijauan di bahu jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Andika Cahyono mengatakan kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.19 WIB saat kondisi lalu lintas masih sepi.
“Korban melaju dari arah barat menuju timur atau arah Dungus. Sesampainya di lokasi, kendaraan tiba-tiba oleng ke kanan,” ujarnya.
Menurut Andika, sepeda motor kemudian keluar dari badan jalan dan menghantam dua pohon yang berada di sisi selatan jalan.
Benturan keras mengakibatkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.
Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 5 juta.
Petugas Satlantas Polres Madiun yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan sebagai barang bukti.
Hingga kemarin, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Polisi belum menyimpulkan apakah insiden tersebut murni kecelakaan tunggal atau terdapat faktor lain yang memengaruhi korban hingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan.
Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna memastikan kronologi kejadian secara lebih detail.
“Penyebab kendaraan oleng masih dalam penyelidikan. Kami juga memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi maupun pihak keluarga korban,” tegas Andika. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto