Jawa Pos Radar Madiun – Komitmen terhadap kelestarian alam di SMKN 1 Jiwan tidak lagi sekadar menjadi slogan di dinding sekolah.
Di bawah arahan Kepala Sekolah Tri Mei Handayani, kepedulian lingkungan telah ditransformasikan menjadi habituasi atau kebiasaan hidup sehari-hari yang mengikat bagi seluruh warga sekolah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui serangkaian aksi nyata yang sederhana namun berdampak masif.
Selain pembiasaan membawa botol minum mandiri (tumbler) dan memilah sampah, sekolah ini menerapkan program unik bertajuk Tiket Pulang Bersih-Bersih, di mana siswa diwajibkan mengumpulkan sampah botol dan gelas plastik sebelum meninggalkan area sekolah.
Bahkan, komitmen pengurangan sampah plastik sekali pakai ini diterapkan secara ketat hingga pada momen pembagian daging kurban Iduladha yang beralih menggunakan wadah ramah lingkungan.
"Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya yang tumbuh bersama seluruh warga sekolah, bukan sekadar program sesaat," kata Tri Mei Handayani.
Mesin penggerak utama dari gerakan ini adalah ekstrakurikuler Millenial Cinta Bumi (MCB).
Melalui wadah tersebut, siswa aktif memproduksi ecobrick, mengelola Bank Sampah PELITA (Peduli Lingkungan Tanpa Sampah), serta mengoptimalkan Green House BERSEMI (Berdayakan Sekolah Mencintai Bumi) sebagai pusat edukasi tanaman.
Hebatnya, manfaat inovasi ini diimbaskan keluar pagar sekolah; para siswa melatih warga Desa Wayut sekitar untuk mengolah limbah rumah tangga menggunakan metode LOSIDA (Lodan Sisa Dapur).
Berbagai fasilitas pendukung ekosistem hijau juga dipasang secara masif, mulai dari komposter jogangan, galon tumpuk, lubang biopori, hingga kampanye hemat energi yang terintegrasi dalam pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
Atas keberhasilan memadukan kompetensi kejuruan dengan tanggung jawab ekologis yang berdampak sosial ini, SMKN 1 Jiwan dianugerahi penghargaan Green School dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
"Harapan kami, siswa tidak hanya memiliki keahlian vokasi yang unggul, tetapi juga membawa karakter positif yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan," pungkas Tri Mei Handayani. (chi/*/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun