Jawa Pos Radar Madiun – Kehadiran program keagamaan yang mendalam kini tidak lagi menjadi dominasi eksklusif madrasah atau sekolah Islam terpadu.
SMPN 1 Dagangan berhasil membuktikan bahwa sekolah negeri pun mampu melahirkan inovasi pembelajaran religi secara terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pembentukan karakter peserta didik.
Terobosan yang konsisten dirintis sejak tahun 2015 ini mewujud dalam program pembelajaran tahfidz Al-Qur’an.
Melalui manajemen waktu yang dirancang cermat, program ini berjalan beriringan dengan kurikulum umum tanpa memangkas porsi pelajaran akademik utama sekolah.
Keberhasilan sistem pembinaan ini teruji sahih pada pelaksanaan Imtihan Tahfidz ke-X pada Mei 2026, di mana sebanyak 106 siswa resmi diwisuda dengan capaian hafalan beragam mulai dari Juz 30, Juz 29, hingga Juz 28.
"Program tahfidz ini hadir sebagai instrumen penguatan karakter peserta didik tanpa mengganggu proses pembelajaran akademik yang tetap menjadi prioritas utama sekolah.
Baca Juga: Cetak Hattrick Juara Budaya Mutu, Guru SMPN 1 Madiun Banjir Penghargaan Inovasi
Kuncinya ada pada manajemen waktu yang baik," terang Kepala SMPN 1 Dagangan, Sulistya Dwi Susanto.
Untuk mengunci mutu hafalan siswa, SMPN 1 Dagangan menerapkan sistem setoran rutin setiap pekan yang dipandu langsung oleh ustadz dan ustadzah hafidz berkompeten.
Pola pendampingan yang persuasif ini membuat aktivitas menghafal tumbuh menjadi budaya harian yang menyenangkan dan bukan sebagai beban bagi anak didik.
Seiring berjalannya waktu, program ini telah menjelma menjadi identitas sekaligus keunggulan kompetitif bagi SMPN 1 Dagangan di mata masyarakat.
Baca Juga: Integrasikan Digital dan Prolan, SMAN Pilangkenceng Cetak Lulusan Siap Kerja
Keseimbangan antara prestasi akademik yang terjaga dengan lahirnya ratusan generasi penghafal Al-Qur'an di sekolah umum ini mengantarkan SMPN 1 Dagangan merengkuh penghargaan Innovative Learning dalam ajang Radar Madiun Awards 2026.
Bagi pihak sekolah, apresiasi ini menegaskan bahwa sekolah negeri memiliki fleksibilitas tinggi untuk melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
"Penghargaan ini menjadi bukti otentik bahwa sekolah negeri juga mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkarakter, inovatif, dan berdampak positif bagi masa depan siswa," pungkas Sulistya. (chi/*/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun