Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jelang Hari Jadi ke-458, Bupati dan Wabup Madiun Kompak Ziarah Leluhur

Loditya Fernandes • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:20 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi dan jajaran Forkopimda berziarah ke makam para leluhur menjelang Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi dan jajaran Forkopimda berziarah ke makam para leluhur menjelang Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi ziarah leluhur menjelang Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun menghadirkan suasana berbeda tahun ini.

Untuk pertama kalinya, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi memimpin satu rombongan ziarah bersama seluruh jajaran pimpinan daerah sebagai simbol kekompakan dalam membangun Kabupaten Madiun.

Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Sigit Budiarto, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD), rombongan memulai ziarah di Kompleks Makam Kuncen, Kelurahan Kuncen, Kota Madiun.

Doa bersama dan tabur bunga dilakukan di makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno atau Pangeran Timur yang merupakan Bupati Madiun pertama periode 1568–1586.

Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke makam Raden Mas Petak (Mangkunegara I), Raden Mas Keniten (Mangkunegara II), dan Adipati Balitar (Mangkunegara III).

Perjalanan dilanjutkan ke Kompleks Makam Kuncen di Desa Kuncen, Kecamatan Mejayan.

Di lokasi tersebut, rombongan berziarah ke makam Pangeran Mangkudipuro dan ulama besar Kiai Ageng Anom Besari.

Rangkaian ziarah kemudian berlanjut ke Makam Kuno Taman di Kota Madiun dan ditutup di Makam Giripurno, Gunung Bancak, tempat dimakamkannya Raden Ronggo Prawirodirjo III beserta istrinya.

Bupati Hari Wuryanto mengatakan, seluruh peserta sengaja disatukan dalam satu rombongan agar dapat mengikuti perjalanan sejarah Kabupaten Madiun secara utuh.

"Dulu dipecah dua rombongan. Sekarang semua jadi satu dan hadir di semua tempat, biar ceritanya runtut," ujarnya.

Menurut Hari, ziarah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar berdirinya Kabupaten Madiun.

"Kabupaten iki ora ujug-ujug enek, tapi karena ada beliau-beliau. Ini agar kita tidak merasa sombong," tegasnya.

Ia menambahkan, nilai yang harus diwarisi dari para pemimpin terdahulu adalah semangat mengabdi dan melayani masyarakat.

Di tengah tantangan pembangunan, termasuk angka kemiskinan Kabupaten Madiun yang masih berada di kisaran 10,04 persen, Hari berharap seluruh aparatur pemerintah terus mengedepankan semangat kebersamaan dalam bekerja.

"Sebagai punggawa masyarakat, ya bertugas melayani masyarakat dengan baik, bukan kami yang minta dilayani," katanya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#ziarah leluhur #hari jadi Kabupaten Madiun #purnomo hadi #Kabupaten Madiun #hari wuryanto