Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Nyadran di Krajan Mejayan, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Loditya Fernandes • Sabtu, 4 Juli 2026 | 07:15 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menghadiri Tradisi Nyadran atau Bersih Kelurahan di Sendang Krajan, Kecamatan Mejayan. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menghadiri Tradisi Nyadran atau Bersih Kelurahan di Sendang Krajan, Kecamatan Mejayan. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi Nyadran atau Bersih Kelurahan kembali digelar meriah di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Jumat (3/7).

Sejak pagi, masyarakat memadati kawasan Sendang Krajan untuk mengikuti rangkaian tradisi tahunan sebagai wujud rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur.

Perhelatan budaya itu turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, jajaran Forkopimcam Mejayan, Lurah Krajan Tri Santoso, serta perwakilan Kelurahan Bangunsari dan Pandean.

Fery menilai Tradisi Nyadran merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama generasi muda sebagai penerus tradisi.

"Ini adalah budaya yang harus betul-betul kita uri-uri. Jangan sampai budaya yang sudah diciptakan para sesepuh hilang begitu saja seiring pergantian generasi," ujarnya.

Suasana semakin semarak dengan iringan gamelan, pertunjukan Reog Ponorogo, hingga tradisi rebutan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diperoleh.

Fery mengapresiasi konsistensi masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Krajan yang terus menjaga tradisi turun-temurun tersebut.

Menurutnya, budaya lokal harus tetap hidup di tengah arus modernisasi.

"Budaya lokal harus terus dilestarikan agar tidak tergerus perkembangan zaman," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah memiliki peran dalam mendukung pelestarian budaya.

Namun, keberhasilan menjaga tradisi tetap bergantung pada keterlibatan masyarakat.

"Masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah. Budaya akan tetap lestari apabila masyarakat bersama-sama merawatnya demi warisan bagi anak cucu," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Krajan Tri Santoso menjelaskan rangkaian Bersih Kelurahan telah dimulai sejak 1 Juli.

Kegiatan diawali dengan malam tirakatan, dilanjutkan prosesi nguras sendang, selamatan untuk para leluhur, serta istigasah.

Puncak acara digelar melalui sedekah bumi, kenduri bersama, dan pentas seni beksan atau waranggono setelah Salat Jumat.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi warga, lembaga kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas," ujarnya.

Tri berharap Tradisi Nyadran di Kelurahan Krajan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sehingga menjadi salah satu agenda budaya yang semakin dikenal masyarakat luas, sekaligus menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Madiun.

"Semoga tahun depan pelaksanaannya bisa lebih meriah lagi," harapnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Tradisi Nyadran #Nyadran Mejayan #Kelurahan Krajan #budaya Kabupaten Madiun #Ketua DPRD Kabupaten Madiun