Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kabupaten Madiun Berstatus Siaga Kekeringan, BMKG Ingatkan Waspada Karhutla

Dian Rahayu • Rabu, 8 Juli 2026 | 10:50 WIB
HEMAT AIR: Kabupaten Madiun berstatus siaga kekeringan berdasarkan peringatan dini BMKG Nganjuk. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
HEMAT AIR: Kabupaten Madiun berstatus siaga kekeringan berdasarkan peringatan dini BMKG Nganjuk. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Kabupaten Madiun mulai menghadapi dampak musim kemarau yang semakin terasa. 

Berdasarkan peringatan dini dari Stasiun BMKG Nganjuk, wilayah ini kini berstatus siaga kekeringan meteorologis setelah mengalami hari tanpa hujan dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran permukiman.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris, mengatakan status siaga diberikan karena Kabupaten Madiun telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 31 hingga 60 hari.

Jika kondisi ini terus berlanjut, wilayah tersebut berpotensi mengalami defisit curah hujan yang memicu kekeringan meteorologis.

"Status tersebut diberikan karena wilayah ini telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 31–60 hari, sehingga berpotensi mengalami defisit curah hujan apabila kondisi terus berlanjut," ujar Setiyaris, Rabu (8/7).

Setiyaris menjelaskan kekeringan meteorologis terjadi ketika curah hujan berada di bawah kondisi normal klimatologis akibat pengaruh anomali cuaca dan iklim.

Salah satu indikator yang digunakan BMKG untuk menentukan status tersebut adalah lamanya periode hari tanpa hujan di suatu wilayah.

"Semakin lama periode HTH berlangsung, semakin besar potensi terjadinya defisit curah hujan yang dapat memicu kekeringan meteorologis, terutama apabila kondisi tersebut terjadi secara luas dan berkelanjutan," terangnya.

Selain Kabupaten Madiun, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur dalam kategori siaga kekeringan, yakni Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah berstatus siaga maupun waspada, agar menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau.

"Masyarakat, khususnya di wilayah berstatus siaga dan waspada, diimbau menggunakan air secara hemat dan efisien serta mengantisipasi potensi berkurangnya ketersediaan air bersih," terangnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang semakin kering juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

"Pemantauan dan mitigasi secara berkala penting dilakukan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan sejak dini," tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#karhutla #Kabupaten Madiun #musim kemarau #kekeringan #bmkg