Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pembangunan Sekolah Rakyat Madiun Capai 91 Persen, Asrama Putri Dikebut

Loditya Fernandes • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:30 WIB
DIPERCEPAT: Pembangunan kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun telah mencapai sekitar 91 persen. DOK RADAR MADIUN
DIPERCEPAT: Pembangunan kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun telah mencapai sekitar 91 persen. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan kompleks Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Madiun terus dipercepat menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Hingga awal Juli, progres pembangunan telah menembus sekitar 91 persen dan diklaim masih melampaui target pekerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis mengatakan, hasil pemantauan terakhir menunjukkan progres pembangunan mencapai sekitar 91 persen dengan surplus deviasi 1,8 persen.

"Hasil pemantauan terakhir menunjukkan progres pembangunan sudah mencapai 91 persen dengan surplus deviasi 1,8 persen. Kami optimistis penyelesaiannya sesuai target," ujarnya, Kamis (9/7).

Menurut Boby, kompleks Sekolah Rakyat terdiri atas sekitar 15 bangunan yang meliputi ruang kelas, asrama siswa, kantin, hingga hunian tenaga pendidik. Seluruh bangunan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pekerjaan yang masih berlangsung di antaranya pemasangan penutup atap, penataan akses jalan, serta penyempurnaan kawasan.

"Kami terus berkoordinasi dengan PT Brantas Abipraya terkait progres maupun kendala di lapangan, termasuk membantu penyediaan tenaga kerja dan pasokan beton siap pakai yang sempat kekurangan kemarin agar target penyelesaian akhir Juli dapat tercapai," katanya.

Sementara itu, Manajer Proyek Sekolah Rakyat Madiun Wahidi menyebut progres pembangunan berdasarkan laporan terakhir mencapai 90,061 persen atau surplus 1,06 persen.

Meski masa kontrak proyek masih berlaku hingga pertengahan Agustus, pelaksana mempercepat pekerjaan agar fasilitas utama dapat digunakan saat MPLS yang dijadwalkan dimulai pada 14 Juli.

"Gedung serbaguna, ruang kelas SMA, dua asrama putri SD, kantin SD, dan dapur menjadi prioritas serta sudah kami tuntaskan untuk mendukung kegiatan MPLS," ujarnya.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 911,48 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.

Kompleks pendidikan itu dirancang memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa mulai jenjang SD hingga SMA.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian asrama putri SMP dan SMA, pemasangan atap, serta pengecoran akses jalan yang masih menyisakan sekitar 30 persen pekerjaan.

"Sesuai kontrak pekerjaan selesai pada 15 Agustus, tetapi kami terus melakukan percepatan agar seluruh pembangunan bisa rampung pada 31 Juli," pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#madiun #DPUPR Kabupaten Madiun #Sekolah Rakyat Madiun #Pembangunan Sekolah Rakyat #PT Brantas Abipraya