Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bupati Madiun Terapkan Formula 50-30-20 untuk Tekan Kasus Bullying di Sekolah

Loditya Fernandes • Selasa, 14 Juli 2026 | 05:00 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan edukasi perlindungan anak di SMPN 4 Mejayan sebagai upaya mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Foto: Dok. Radar Caruban.
Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan edukasi perlindungan anak di SMPN 4 Mejayan sebagai upaya mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Foto: Dok. Radar Caruban.

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pembentukan karakter peserta didik harus dilakukan sejak dini melalui kolaborasi keluarga, sekolah, dan lingkungan.

"Supaya anak-anak paham dan membentuk karakter anak-anak sejak awal. Jangan nanti di tengah-tengah kalau sudah wis kebablasan itu angel (susah)," ujar Hari Wur saat memberikan edukasi pemenuhan hak dan perlindungan anak di SMPN 4 Mejayan, Senin (13/7).

Kegiatan tersebut digelar serentak di dua sekolah.

Selain di SMPN 4 Mejayan yang dipimpin langsung bupati, edukasi juga berlangsung di SMPN 2 Saradan yang dipimpin Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi.

Dalam kesempatan itu, Hari Wur memperkenalkan Formula 50-30-20 sebagai strategi menekan potensi perundungan di kalangan pelajar.

Menurutnya, pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan peran seluruh pihak.

Dia menjelaskan, keberhasilan pembentukan karakter anak dipengaruhi 50 persen oleh keluarga dan lingkungan tempat tinggal, 30 persen oleh sekolah, serta 20 persen oleh lingkungan pergaulan.

"Kita butuh kolaborasi antara orang tua murid, kemudian lingkungan, dan juga sekolah," katanya.

Hari Wur juga meminta guru dan tenaga pendidik meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik. 

Di era digital, sekolah diharapkan memanfaatkan teknologi sebagai sarana deteksi dini apabila muncul indikasi perundungan atau kekerasan.

Orang tua pun diminta segera berkoordinasi dengan pihak sekolah jika menemukan perubahan perilaku anak.

"Sekarang sudah eranya teknologi. Segera memberitahu kepada guru supaya nanti segera bisa diatasi. Jangan sampai berlarut-larut," tuturnya.

Penguatan karakter tersebut juga akan diterapkan di Sekolah Rakyat (SR).

Hari Wur memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa SR dimulai Selasa (14/7), meski progres pembangunan fasilitas sekolah baru mencapai sekitar 92 persen. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
bullying Kabupaten Madiun mpls pendidikan karakter hari wuryanto