Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Peringati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Ratusan Guru PAI Gelar Doa Bersama di Masjid Agung Quba

Loditya Fernandes • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:17 WIB
DOA BERSAMA: Para guru PAI dan K3S Kabupaten Madiun melakukan doa bersama, kegiatan dihadiri bupati dan kepala Dikbud. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)
DOA BERSAMA: Para guru PAI dan K3S Kabupaten Madiun melakukan doa bersama, kegiatan dihadiri bupati dan kepala Dikbud. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)
Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan pendidik yang tergabung dalam Keluarga Besar Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Madiun menggelar doa bersama. 
Agenda besar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun sekaligus menyambut dimulainya tahun pelajaran baru 2026/2027.
Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan ini diikuti 370 peserta, meliputi perwakilan guru PAI SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Madiun, para kepala sekolah, pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga pengawas dari Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Kehadiran Bupati Madiun Hari Wuryanto di tengah-tengah jemaah semakin menambah momentum sakral tersebut.
Ketua KKG PAI Kabupaten Madiun sekaligus Ketua Panitia Acara, Anwar Aziz, mengungkapkan kegiatan ini didasari atas komitmen bersama untuk mengawali segala sesuatu dengan kebaikan. Terlebih, pelaksanaannya bertepatan dengan momentum bersejarah hari jadi. Menurutnya, keberadaan Kabupaten Madiun tidak lepas dari tetesan keringat dan perjuangan para leluhur serta pejuang.
DOA BERSAMA: Para guru PAI dan K3S Kabupaten Madiun melakukan doa bersama, kegiatan dihadiri bupati dan kepala Dikbud. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)
DOA BERSAMA: Para guru PAI dan K3S Kabupaten Madiun melakukan doa bersama, kegiatan dihadiri bupati dan kepala Dikbud. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)
"Kami sebagai penikmat hasil perjuangan, alangkah baiknya mendoakan para leluhur dan pejuang dahulu agar kita tidak dinilai suul adab (kurang etika). Harus tetap ada rasa hormat terhadap orang yang mendahului kita," ujar pria yang juga mengajar di SDN Bangunsari 1 Dolopo tersebut. 
Gayung bersambut, Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan respons serta dukungan penuh atas inisiasi doa bersama yang dimotori elemen pendidik keagamaan ini. "Kita sudah berikhtiar luar biasa untuk memajukan daerah. Namun, ikhtiar terakhir adalah berdoa. Melalui doa berjamaah bersama ratusan guru PAI ini, insya Allah niat yang ikhlas dan tulus akan lebih mujarab dan diijabah Allah SWT," tutur  Mas Hari Wur - sapaan bupati-.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menegaskan doa bersama ini telah menjelma menjadi habituasi atau budaya yang mengakar kuat di ekosistem pendidikan setempat. Praktik spiritual ini menjadi pilar utama dalam menyukseskan program penguatan pendidikan karakter. "Semua tindakan kita secara norma harus dilandasi doa. Anak-anak harus ditanamkan prinsip untuk terus belajar, belajar, dan belajar, namun jangan pernah lupa untuk berdoa," tuturnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani
guru Kabupaten Madiun doa bersama hari jadi hari wuryanto