Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sekolah Rakyat Terintegrasi Madiun Gelar Open House, Orang Tua Diajak Lihat Fasilitas Asrama

Loditya Fernandes • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:38 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama pejabat Kemensos RI, Dinas Sosial Jawa Timur, Plt Bupati Ponorogo, dan jajaran Sekolah Rakyat Terintegrasi memukul gong sebagai tanda dimulainya Pra MPLS dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 di Kelurahan Nglames. DISKOMINFO KABUPATEN MADIUN FOR RADAR CARUBAN
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama pejabat Kemensos RI, Dinas Sosial Jawa Timur, Plt Bupati Ponorogo, dan jajaran Sekolah Rakyat Terintegrasi memukul gong sebagai tanda dimulainya Pra MPLS dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 di Kelurahan Nglames. DISKOMINFO KABUPATEN MADIUN FOR RADAR CARUBAN

Jawa Pos Radar Caruban – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kelurahan Nglames, Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan konsep pendidikan berasrama kepada calon peserta didik dan orang tua, sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara tanpa memandang latar belakang ekonomi.

"SR merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi," ujarnya.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dari calon peserta didik dan siswa Sekolah Rakyat.

Mereka menampilkan yel-yel, kesenian reog, atraksi pencak silat, paduan suara, pidato dalam lima bahasa, hingga pembacaan puisi.

Acara kemudian ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Madiun bersama perwakilan siswa, Plt Bupati Ponorogo, Kepala Sekolah Rakyat, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, serta Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua calon siswa juga diajak berkeliling melihat ruang kelas, asrama, ruang makan, hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Selain itu, ditampilkan pula siswa Sekolah Rakyat asal Ponorogo sebagai gambaran hasil pembinaan karakter yang telah berjalan.

"Biar mereka paham bahwa fasilitas yang kita berikan itu luar biasa. Anak-anak yang sudah diterima tahun lalu juga bisa dilihat sendiri perubahan sikap, kemampuan dan karakternya," kata Hari.

Hari menyebut progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi kini telah mencapai 92 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.

Menurutnya, seluruh fasilitas penunjang, mulai asrama, ruang belajar, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan sehari-hari peserta didik telah dipersiapkan.

"Bangunan ini sudah 92 persen. Insya Allah 31 Juli selesai. Semuanya tersedia, mulai fasilitas makan, sekolah, baju, sepatu, semuanya lengkap," jelasnya.

Untuk mendukung operasional awal, Pemkab Madiun juga menyiapkan 30 guru bantu yang akan mengajar selama tiga bulan pertama sambil menunggu penempatan guru dari Kemensos RI.

Guru-guru tersebut akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA sesuai kebutuhan peserta didik.

"Gurunya sudah kami siapkan dengan guru bantu selama tiga bulan sebelum mendapatkan dropping dari Kemensos. Sementara ada 30 guru yang siap mengajar," terangnya.

Hari juga berpesan kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga pendidik agar tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga membimbing peserta didik dengan penuh kepedulian dan ketulusan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas.

"Yang dituntut bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi kepedulian, ketulusan dan bekerja sepenuh hati agar anak-anak menjadi generasi yang luar biasa," pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
Sekolah Rakyat Terintegrasi madiun kemensos hari wuryanto