Jawa Pos Radar Caruban – Deru mesin motor klasik memecah suasana Caruban saat rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu.
Puluhan motor lawas keluaran Amerika dan Eropa melaju beriringan dalam kegiatan mini touring yang digelar bersama media.
Di balik konvoi tersebut berdiri Motor Tua Black Hawk, komunitas pecinta motor klasik yang kini terus berkembang di Madiun.
Ketua Motor Tua Black Hawk, Rusmanto, menceritakan komunitas tersebut awalnya merupakan bagian dari Motor Antik Club Indonesia (MACI).
Namun, pada 2018 para anggotanya memilih membentuk komunitas mandiri yang kemudian resmi berdiri setahun berikutnya dan telah berbadan hukum di bawah Kementerian Hukum dan HAM.
"Awalnya modal nekat hanya dengan 12 orang anggota saja. Waktu itu ada yang dari Magetan, Madiun Kabupaten, dan Kota Madiun," kenang Rusmanto.
Seiring waktu, jumlah anggota Black Hawk terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 35 orang.
Salah satu anggotanya adalah Camat Mejayan, Hery Fajar Nugroho.
Komunitas ini memiliki ciri khas karena anggotanya menggunakan motor-motor klasik keluaran Eropa yang diproduksi sebelum Indonesia merdeka.
Beberapa merek yang masih dirawat dan digunakan antara lain BSA, AJS, Matchless, hingga Norton keluaran era 1940-an.
Menurut Rusmanto, kondisi tersebut membuat proses mencari anggota baru tidak mudah karena tidak banyak orang yang memiliki motor klasik dengan usia setua itu.
"Kalau motor tua kan sulit cari anggotanya. Dari segi motornya aja, kami sudah pakai motor mulai 1940, 1941, dan seterusnya. Indonesia saja belum merdeka kan itu," ujarnya sambil berseloroh.
Meski terbuka untuk anggota baru, Black Hawk menerapkan proses yang sederhana namun tetap selektif.
Calon anggota biasanya diajak oleh anggota lama untuk mengikuti kopi darat (kopdar) sambil saling mengenal karakter.
Suasana kebersamaan menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum seseorang resmi bergabung.
"Kita ajak ngopi dulu untuk perkenalan. Dari situ kan tahu nanti teman-teman komunitas seperti apa. Kadang bercandanya agak kelewatan dan lepas, tapi itu hanya bercanda. Kalau memang jiwa biker atau suka motor tua, dia pasti akan ngikut," jelas Rusmanto.
Untuk menjaga kekompakan, Black Hawk rutin menggelar kopdar setiap malam libur.
Salah satu tujuan favorit mereka adalah kawasan Dungus yang menawarkan udara sejuk dan suasana tenang untuk berkumpul sambil menikmati hiburan musik.
Selain menghadiri perayaan ulang tahun komunitas lain, Black Hawk juga rutin menggelar touring jarak jauh.
Menariknya, perjalanan hampir selalu dilakukan pada malam hari agar suhu mesin tetap stabil dan perjalanan terasa lebih nyaman.
Namun, touring malam juga menyimpan cerita lucu.
"Kami kalau touring pasti malam biar mesin dan cuacanya dingin. Risikonya, kadang salah jalan. Bukannya sampai tujuan, kami malah pernah nyasar masuk ke terminal sampai masuk ke kuburan," kenang Rusmanto sambil tertawa. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto