Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Musim Kemarau, Dua Mobil Damkar Pemkab Madiun Masuk Bengkel

Dian Rahayu • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:15 WIB
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun menjalani perbaikan akibat kerusakan berat. Foto: DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun menjalani perbaikan akibat kerusakan berat. Foto: DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN

Jawa Pos Radar Caruban – Di tengah meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau, dua unit armada pemadam kebakaran milik Kabupaten Madiun harus menjalani perbaikan akibat kerusakan berat.

Kondisi ini membuat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun hanya mengandalkan tiga armada aktif untuk melayani seluruh wilayah.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun Andy Koerniawan mengatakan, keterbatasan armada membuat petugas harus mendatangkan mobil pemadam dari pos lain apabila terjadi kebakaran berskala besar.

"Karena armadanya terbatas, mau tidak mau kami harus mendatangkan unit dari pos lain untuk membantu memadamkan kebakaran besar. Dan itu jelas perlu waktu tambahan karena jarak antar pos cukup jauh," ujarnya.

Saat ini Kabupaten Madiun memiliki lima unit mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan di tiga pos.

Namun, dua di antaranya masih berada di bengkel karena mengalami kerusakan berat.

Andy memperkirakan proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan.

Akibatnya, tiga armada yang masih beroperasi harus bekerja lebih intensif untuk menangani kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya.

"Karena kegiatan kami ini sering, setiap hari baik penanganan kebakaran maupun penyelamatan. Apalagi musim kemarau, kejadian kebakaran lebih banyak dibanding musim penghujan," katanya.

Menurut Andy, penambahan armada sudah menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan tetap optimal ketika ada kendaraan yang menjalani perawatan.

Tambahan kendaraan juga akan mempercepat respons petugas saat terjadi kebakaran.

"Kami perlu dukungan tambahan armada. Tidak hanya saat rusak saja, pada saat kejadian juga teman-teman yang tadinya turun piket bisa langsung menyusul agar pemadaman semakin cepat dan kerugian dapat ditekan," jelasnya.

Pemkab Madiun juga berencana menambah satu unit mobil pemadam berukuran lebih kecil yang akan ditempatkan untuk melayani wilayah dataran tinggi.

Kendaraan tersebut dirancang agar lebih mudah menjangkau lokasi kebakaran di kawasan pegunungan yang memiliki akses jalan sempit.

"Kendala kami paling krusial kalau ada kebakaran di dataran tinggi. Di sana biasanya jalan itu sempit, jadi kami sangat kesulitan untuk bertindak. Alhamdulillah Pak Bupati sudah acc untuk penambahan satu unit khusus itu pada tahun depan," tandas Andy. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
kebakaran musim kemarau Pemkab Madiun Damkar Kabupaten Madiun