Jawa Pos Radar Madiun - Insiden nahas yang mengguncang fasilitas militer di Madiun mengundang atensi serius dari parlemen.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak agar tim investigasi bentukan TNI Angkatan Darat (AD) membongkar tuntas akar masalah meledaknya Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Politisi senior tersebut menekankan pentingnya pemeriksaan komprehensif terhadap berbagai elemen krusial di lokasi kejadian.
"Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan,” kata Hasanuddin, Jumat (17/7).
Baca Juga: Kisah Haru Serda Hengki, Prajurit yang Gugur dalam Ledakan Gudang Munisi di Madiun
Cek Kelayakan Amunisi dan SOP
Legislator ini juga menyoroti pentingnya pengecekan terhadap kelayakan persenjataan yang tersimpan.
Pihak pemeriksa dituntut untuk meneliti detail usia dan fisik amunisi, guna mendeteksi ada tidaknya material yang sudah kedaluwarsa, cacat, maupun mengalami degradasi mutu.
“Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional,” kata dia.
Lebih jauh, purnawirawan perwira tinggi militer ini meminta agar tata letak bangunan militer tersebut turut dikaji ulang, terutama menyangkut zonasi jarak aman dengan area permukiman warga.
Apabila radiusnya dinilai menyalahi standar kelayakan, ia menyarankan pemindahan fasilitas persenjataan itu ke kawasan yang jauh lebih terisolasi.
"Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata purnawirawan perwira tinggi TNI itu.
Baca Juga: Suasana Duka Selimuti Rumah Serda Hengki di Madiun, Pangdam V/Brawijaya Kirim Karangan Bunga
Telan Satu Korban Jiwa
Sebagai kilas balik, petaka di Gupusmu Saradan ini meletus pada Kamis (16/7) lalu.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa musibah tersebut berlangsung bertepatan dengan jadwal perawatan operasional persenjataan oleh para prajurit.
Tragedi ledakan ini menyisakan duka mendalam dengan gugurnya satu orang anggota TNI.
Di samping itu, enam personel lainnya harus dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat menderita luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
"Seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang," ucap dia.
Sampai detik ini, pihak Mabes TNI menyerahkan sepenuhnya proses pengusutan kepada tim investigasi khusus yang telah merapat ke Madiun untuk merangkai fakta di balik insiden maut tersebut. (naz)
Editor : Mizan Ahsani