Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DBHCHT Turun, Jaminan BPJS Ketenagakerjaan 15.625 Pekerja Ngawi Dipangkas

A
Penulis: Asep Syaeful❯
Digitalisasi Layanan: Pengecekan status kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan kini dapat dilakukan melalui aplikasi JMO sebagai bagian dari peningkatan layanan digital bagi peserta. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
PERLINDUNGAN PEKERJA: Pemkab Ngawi tetap menjamin kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 15.625 pekerja rentan meski durasi pembiayaan dipangkas menjadi empat bulan akibat penurunan alokasi DBHCHT. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun - Turunnya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 memaksa Pemkab Ngawi menyesuaikan pembiayaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Meski durasi perlindungan dipangkas dari enam menjadi empat bulan, jumlah penerima manfaat dipastikan tetap sebanyak 15.625 orang.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Supriyadi mengatakan, penyesuaian dilakukan agar seluruh kuota penerima tetap mendapatkan perlindungan sosial meski anggaran berkurang.

Advertisement

"Awalnya dijamin enam bulan, kini disiasati jadi empat bulan," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Supriyadi, pemerintah daerah memilih mengurangi masa pembiayaan dibanding memangkas jumlah peserta.

Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan asas pemerataan manfaat bagi pekerja rentan.

Advertisement

"Kami berkomitmen untuk tidak mengurangi jumlah peserta, melainkan mengurangi durasi bulan," katanya.

Program tersebut menyasar 15.625 pekerja rentan, petani, buruh tembakau, hingga masyarakat kategori miskin ekstrem.

Pemerintah daerah menanggung iuran sebesar Rp16.800 per peserta setiap bulan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp10.000 dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp6.800.

Sesuai rencana, pembiayaan dari APBD akan berlaku selama empat bulan, yakni mulai September hingga Desember 2026.

Advertisement

Artikel Terkait

Ahli Waris Nasabah KUR BRI di Madiun Terima Santunan JKM Rp 42 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Ahli Waris Nasabah KUR BRI di Madiun Terima Santunan JKM Rp 42 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Keluarga nasabah KUR BRI Unit Purworejo Madiun menerima santunan JKM Rp 42 juta. Bukti nyata sinergi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku usaha.

Lindungi 2.455 Guru TK, Guru Ngaji, hingga Ulama, BAZNAS Kabupaten Madiun Masuk 10 Terbaik se-Jatim

Lindungi 2.455 Guru TK, Guru Ngaji, hingga Ulama, BAZNAS Kabupaten Madiun Masuk 10 Terbaik se-Jatim

BAZNAS Kabupaten Madiun meraih penghargaan Top 10 se-Jatim atas dedikasinya memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 2.455 pekerja rentan dan pegiat agama.

Kejar Target UCJ 2026, Pemkab Madiun dan BPJS Ketenagakerjaan Rilis Gerakan Silat Asih

Kejar Target UCJ 2026, Pemkab Madiun dan BPJS Ketenagakerjaan Rilis Gerakan Silat Asih

Pemkab Madiun bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan memperluas cakupan perlindungan pekerja rentan demi mengejar target Universal Coverage Jamsostek 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer