Jawa Pos Radar Madiun - Peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun menjadi momentum bagi Inspektorat Kabupaten Madiun untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Melalui pengawasan internal, Inspektorat berkomitmen mengawal terwujudnya pemerintahan yang bersih, sehat, dan sejahtera (Bersahaja).
Inspektur Kabupaten Madiun Joko Lelono mengatakan, hari jadi daerah bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berbenah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
"Sesuai tugas pokok kami, Inspektorat fokus mengawal jalannya roda pemerintahan. Momentum HUT ke-458 ini adalah saatnya meningkatkan tata kelola dan berbenah demi mewujudkan tatanan pemerintahan yang Bersahaja," ujarnya, Sabtu (18/7).
Joko menjelaskan, penguatan fungsi pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas birokrasi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Langkah tersebut sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap capaian Pemerintah Kabupaten Madiun yang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Selain itu, Kabupaten Madiun juga mencatat tingkat penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) sebesar 99,42 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.
Meski berhasil meraih berbagai prestasi, Joko mengingatkan seluruh OPD agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, raihan opini WTP dan tingginya penyelesaian TLRHP harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat disiplin anggaran, serta meminimalkan kesalahan administrasi.
"Raihan prestasi ini adalah cambuk untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan kedisiplinan anggaran di Kabupaten Madiun," pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto