Pejabat Pemkab Madiun Main Gobak Sodor, Siapkan Lomba hingga Tingkat SD dan SMP

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:51 WIB
NOSTALGIA PERMAINAN TRADISIONAL: Wakil Bupati Madiun bersama Forkopimda, kepala OPD, camat, dan kepala desa mengikuti permainan gobak sodor dalam agenda Bahana Bersahaja di Lapangan Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Selasa (21/7). LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
NOSTALGIA PERMAINAN TRADISIONAL: Wakil Bupati Madiun bersama Forkopimda, kepala OPD, camat, dan kepala desa mengikuti permainan gobak sodor dalam agenda Bahana Bersahaja di Lapangan Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Selasa (21/7). LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Suasana berbeda mewarnai agenda Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bahana Bersahaja) di Lapangan Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Selasa (21/7).

Jika biasanya diisi pertandingan bola voli, kali ini para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun justru turun ke lapangan memainkan permainan tradisional gobak sodor.

Gelak tawa dan sorak semangat mewarnai pertandingan yang diikuti Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa dan perangkat desa.

Seluruh peserta berbaur tanpa sekat sambil mengenang permainan yang akrab dimainkan saat masa kecil.

"Luar biasa! Yang jelas ini melatih teamwork," ujar Wakil Bupati Madiun yang akrab disapa Dokter Pur usai mengikuti pertandingan.

Menurutnya, permainan gobak sodor mengajarkan pentingnya kerja sama tim.

Saat bertahan, setiap anggota harus saling menjaga garis agar lawan tidak lolos.

Sebaliknya, ketika menyerang, strategi dan kekompakan menjadi kunci untuk menembus pertahanan lawan.

"Kita tidak boleh egois. Ini menginspirasi bahwa teamwork, sinergi, dan kolaborasi sangat penting untuk mencapai tujuan positif," tuturnya.

Dokter Pur menambahkan, gobak sodor bukan sekadar permainan tradisional, tetapi juga sarana membangun karakter seperti kejujuran, strategi, dan kebersamaan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Madiun berencana menghidupkan kembali olahraga tradisional tersebut melalui berbagai kompetisi, termasuk untuk pelajar tingkat SD dan SMP pada akhir tahun.

"Gobak sodor ini mengajarkan kejujuran dan strategi. Semoga dari Kabupaten Madiun bisa booming ke daerah lain dan kelak menjadi salah satu olahraga pilihan nasional," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Puji Rahmawati mengatakan, gobak sodor dipilih untuk memberikan suasana baru dalam kegiatan Bahana Bersahaja sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

"Kami ingin variasi supaya tidak bosan dan menyesuaikan kondisi lapangan. Kalau voli mungkin hanya yang bisa saja, tapi kalau gobak sodor, semua orang pasti bisa main," jelasnya.

Meski dikemas dalam suasana santai, pertandingan tetap menggunakan aturan resmi.

Disparpora menghadirkan wasit dan juri bersertifikat dari KORMI agar permainan berlangsung sesuai standar olahraga tradisional.

"Meskipun kita bergembira, ini bukan main-main. Ada juri profesional dari KORMI supaya sesuai pakemnya," tegas Puji. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
Pemkab Madiun gobak sodor Bahana Bersahaja