Lewat Ekstrakurikuler Seni, SMKN 1 Wonoasri Sukses Ukir Prestasi di Ajang SPASMA 2026

Archi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:23 WIB
Dongkrek dan Karawitan SMKN 1 Wonoasri kompak memborong gelar juara di Ajang SPASMA 2026.
Dongkrek dan Karawitan SMKN 1 Wonoasri kompak memborong gelar juara di Ajang SPASMA 2026.

Jawa Pos Radar Madiun - SMKN 1 Wonoasri terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam melestarikan seni budaya daerah.

Komitmen tersebut secara konsisten diwujudkan melalui pembinaan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Keseriusan ini kembali dibuktikan dengan raihan prestasi gemilang dari grup Dongkrek Teater Giswa kebanggaan sekolah.

Grup seni tersebut berhasil menyabet piala Juara II pada ajang bergengsi Sepasar ing Madiun (SPASMA) yang digelar pada tahun 2026 ini.

Capaian membanggakan tersebut sekaligus melanjutkan tradisi prestasi mereka, setelah pada dua tahun sebelumnya sukses keluar sebagai juara pertama.

Dengan dukungan tangan dingin pelatih profesional, sebanyak 20 siswa mampu menyuguhkan penampilan yang memukau di atas panggung.

Mereka sukses memadukan kekompakan, kreativitas, dan nilai-nilai luhur budaya lokal sehingga tetap diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan seni pelajar di Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Jangan Tunggu Jatuh Korban, DPRD Ponorogo Minta Pemkab Segera Perbaiki Jalan Rusak

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik," ujar Kepala SMKN 1 Wonoasri, Thaha Bauzir.

Selain kesenian Dongkrek, pihak sekolah ternyata juga sangat konsisten mengembangkan seni karawitan.

Kesenian musik tradisional tersebut diwadahi melalui grup Laras Pink Budoyo yang saat ini beranggotakan 16 siswa berbakat.

Torehan prestasi grup karawitan ini pun tak kalah mentereng. Pada tahun 2025 lalu, grup tersebut sukses membawa pulang predikat Juara II dalam lomba peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dihelat di Alun-Alun Madiun.

Pembinaan kesenian yang dilakukan secara rutin dengan menggandeng pelatih dari luar sekolah ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga napas keberlangsungan seni tradisional.

Langkah strategis ini sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat mereka di bidang seni dan budaya.

"Kami ingin siswa tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah," kata Thaha memaparkan visi sekolahnya.

Baca Juga: Jadwal Timnas Voli Putri Korea vs Indonesia Hari Ini dan Link Live Streaming

Berbagai capaian positif tersebut kini menjadi motivasi ekstra bagi keluarga besar SMKN 1 Wonoasri.

Ke depannya, mereka bertekad untuk terus memperkuat pembinaan seni budaya sebagai pilar utama pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah sangat meyakini bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler semacam ini mampu membentuk kedisiplinan dan kemampuan kerja sama tim.

Selain itu, kegiatan tersebut dinilai sangat efektif untuk memupuk rasa percaya diri sekaligus menanamkan kecintaan mendalam generasi muda terhadap identitas budaya bangsa.

Program pembinaan ini dipastikan akan terus ditingkatkan agar rentetan prestasi seni dari para siswa tidak hanya sekadar bertahan di tingkat daerah.

Mereka secara bertahap dipersiapkan agar kelak mampu bersaing dan menembus ajang perlombaan yang lebih tinggi.

"Kami berharap semakin banyak peserta didik yang bangga terhadap budaya lokal dan mampu mengharumkan nama sekolah melalui prestasi di bidang seni," pungkasnya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
spasma 2026 SMKN 1 Wonoasri dongkrek karawitan Kabupaten Madiun