Jawa Pos Radar Madiun – Duka menyelimuti Kabupaten Madiun.
Anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Pudji Wahyu Widodo, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Dolopo, Rabu (29/7) malam. Almarhum wafat dalam usia 65 tahun.
Jenazah diberangkatkan dari rumah duka menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Nglames, Kamis (30/7).
Prosesi pemakaman dihadiri ratusan pelayat, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga keluarga besar PSHT yang memberikan penghormatan terakhir.
Bupati Madiun Hari Wuryanto yang mewakili keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup.
"Saya mewakili keluarga memohon keikhlasan dan maaf yang sebesar-besarnya dari Bapak dan Ibu sekalian untuk Kangmas Widodo. Semoga dengan keikhlasan Panjenengan semua, jalan almarhum menghadap Sang Pencipta diberikan kelancaran, serta seluruh amal kebaikannya diterima di sisi Allah SWT," ujarnya.
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R. Moerdjoko HW mengenang Pudji Wahyu Widodo sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk organisasi maupun pemerintahan.
Menurutnya, almarhum aktif menjalankan berbagai amanah hingga dipercaya menjadi Pengurus Pusat PSHT periode 2021–2026.
"Begitu besar pengabdian Kangmas Widodo bagi PSHT. Beliau aktif sebagai pengurus, pembina, hingga dipercaya menjadi jajaran Pengurus Pusat PSHT periode 2021–2026. Semoga seluruh lelabetan beliau menjadi amal jariyah," katanya.
Pudji Wahyu Widodo lahir di Madiun pada 28 Maret 1961. Kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) dimulai pada 1988.
Selama mengabdi, ia pernah menjabat Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun, Camat Madiun, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun.
Pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024–2029.
Di lingkungan PSHT, almarhum disahkan sebagai warga tingkat I pada 1978 dan menjadi warga tingkat II pada 1992.
Hingga akhir hayatnya, ia masih tercatat sebagai Pengurus Pusat PSHT periode 2021–2026.
Almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana.
Saat dilantik menjadi anggota DPRD Jawa Timur pada 2024, ia memilih berangkat ke Surabaya menggunakan bus umum.
Meski kondisi kesehatannya menurun, Pudji tetap menjalankan agenda reses hingga akhir Juli dengan menemui masyarakat menggunakan kursi roda.
Pudji Wahyu Widodo meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan lima cucu. (odi/her)
Editor : Hengky Ristanto