Kemensos Pastikan Guru Tamu Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun Terima Honor

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:30 WIB
DIKEBUT: Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Madiun terus dipercepat menjelang operasional sekolah. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
DIKEBUT: Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Madiun terus dipercepat menjelang operasional sekolah. LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Guru tamu yang mengajar di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Kabupaten Madiun dipastikan menerima honor selama masa transisi operasional sekolah.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah menyiapkan anggaran hingga guru definitif hasil seleksi nasional mulai bertugas.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI Rachmat Koesnadi mengatakan, honor diberikan kepada guru bantu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun maupun Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Di dalam rencana ada biaya untuk pengupahan bagi mereka. Honor tiap hari per jamnya," ujarnya, Senin (3/8).

Menurut Rachmat, masa penugasan guru tamu diperkirakan berlangsung selama satu hingga tiga bulan.

Besaran honor masih difinalisasi, tetapi anggarannya telah disiapkan oleh Kemensos.

"Antara sekitar Rp 75 ribu atau berapa ya, kurang lebih ya, per jam ya atau per hari gitu," katanya.

Sekitar 30 guru tamu akan mengisi kebutuhan tenaga pendidik sementara agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sejak Sekolah Rakyat mulai beroperasi.

Mereka berasal dari sekolah-sekolah di bawah Dikbud Kabupaten Madiun maupun Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Di sisi lain, proses penyiapan guru definitif juga terus berjalan.

Seleksi guru, tenaga kependidikan, wali asrama, dan wali asuh telah menyelesaikan tahapan tes yang dipusatkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Rachmat berharap hasil seleksi segera diumumkan sehingga tenaga pendidik definitif bisa segera ditempatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Madiun.

Diperkirakan, kebutuhan guru dan tenaga pendukung di Sekolah Rakyat mencapai 50 hingga 70 orang.

Meski seleksi dilakukan secara nasional, pemerintah tetap memprioritaskan calon guru dari daerah setempat.

"Mudah-mudahan dalam waktu cepat bisa ditugaskan di sini. Pada prinsipnya memprioritaskan para calon guru yang ada di wilayahnya," pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
guru tamu Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun kemensos