Jawa Pos Radar Madiun – BPS Kabupaten Madiun mencatat progres Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 82,04 persen.
Capaian itu melampaui target internal 75 persen yang ditetapkan hingga akhir Juli.
Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti mengatakan, hingga Senin (3/8) pukul 06.00, sebanyak 278.867 responden telah didata dari total target 339.924 satuan lingkungan setempat (SLS), usaha, dan keluarga.
"Alhamdulillah pada 31 Juli kemarin capaian kami sudah lebih dari target 75 persen. Per 3 Agustus sudah mencapai 82,04 persen," ujarnya, Rabu (5/8).
Menurut Wisma, capaian tersebut masih sesuai dengan tahapan yang telah disusun.
BPS optimistis pendataan dapat rampung 100 persen pada akhir Agustus.
"Kami optimistis target pendataan 100 persen pada akhir Agustus dapat tercapai," katanya.
Untuk mengejar sisa pendataan, BPS menginventarisasi responden yang sulit ditemui serta perusahaan yang datanya harus diperoleh melalui kantor pusat di luar Kabupaten Madiun.
Proses tersebut dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, BPS provinsi, hingga BPS di daerah lain.
Wisma menjelaskan, kendala utama di lapangan kini bukan lagi penolakan responden, melainkan kesalahpahaman mengenai usaha pertanian.
Sebagian warga menganggap sudah tidak lagi menjalankan usaha tani karena hasil panennya sedikit, padahal komoditas tersebut masih diproduksi dan dijual.
"Petugas kami minta menggali informasi lebih mendalam agar data yang dihimpun benar-benar menggambarkan kondisi usaha masyarakat," katanya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto