Jawa Pos Radar Madiun – Dua belas tahun menghilang dari kalender hiburan masyarakat, Caruban Night Carnival (CNC) akhirnya bangkit lagi.
Pemkab Madiun bakal menghidupkan kembali parade budaya tersebut untuk menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu (22/8).
Kembalinya Caruban Night Carnival tidak sekadar menawarkan kemeriahan.
Pemkab ingin menjadikan parade tersebut sebagai panggung promosi budaya, pelayanan publik, produk unggulan, hingga UMKM Kabupaten Madiun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mengatakan, lebih dari 30 organisasi perangkat daerah (OPD), 15 kecamatan, serta sejumlah instansi vertikal dijadwalkan ambil bagian.
’’Kami ingin menghadirkan ruang publik yang nyaman dan meriah. Sekaligus mengangkat kearifan lokal, budaya, produk unggulan, serta UMKM Kabupaten Madiun,’’ ujarnya, Sabtu (8/8).
Konsep CNC kali ini tak sebatas parade. Setiap OPD ditantang menerjemahkan fungsi pelayanan maupun inovasinya ke dalam penampilan kreatif yang mudah dipahami masyarakat.
Dinas Tenaga Kerja, misalnya, dapat membawa promosi program job fair. Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal mengangkat Program Kampung Iklim (ProKlim) dan pengelolaan sampah.
’’Jadi tidak sekadar meriah, tapi ada nilai edukasi dan promotifnya,’’ tegas Sigit.
Identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat bakal mendapat panggung khusus.
Peserta didorong menampilkan kreativitas melalui pakaian adat maupun atribut yang merepresentasikan identitas tersebut.
Namun, pemkab memasang batas tegas. Peserta dilarang membawa atribut yang mengatasnamakan perguruan pencak silat tertentu.
Sound system berdaya tinggi atau yang populer disebut sound horeg juga tidak diperbolehkan.
Pembatasan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang hiburan yang tetap nyaman bagi masyarakat.
Kemeriahan Caruban Night Carnival juga bakal melibatkan sejumlah instansi vertikal.
Lanud Iswahjudi, Kodim, Polres, BPN, PLN, hingga BPJS dijadwalkan ikut meramaikan parade.
Menariknya, keikutsertaan OPD dalam CNC tidak ditopang anggaran khusus.
Sigit menyebut partisipasi tersebut dibangun atas inisiatif masing-masing untuk ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan.
’’Ini murni inisiatif, keikhlasan, dan kerelaan mereka untuk ikut memeriahkan,’’ pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto