Jawa Pos Radar Madiun – Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, menjadi pusat pelayanan sekaligus ruang bertemunya Pemkab Madiun dengan masyarakat.
Melalui program Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat dan Sejahtera (Bahana Bersahaja), sebanyak 33 jenis pelayanan publik dihadirkan selama dua hari, 19–20 Agustus.
Tak sebatas mendekatkan pelayanan, Bahana Bersahaja menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung aspirasi pembangunan kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi.
Program tersebut sekaligus mendorong gotong royong dan kepekaan sosial masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai Rabu (19/8) sore dengan apel dan olahraga bersama. Lapangan Desa Teguhan semarak dengan penampilan drumband anak-anak, kesenian dongkrek MTsN, reog, jatilan, hingga senam bersama Forkopimda dan masyarakat yang dipimpin Purnomo Hadi.
Malam harinya, Bupati Hari Wuryanto bersama jajaran Pemkab Madiun hadir dalam sarasehan bersama masyarakat.
Sarasehan tidak sekadar diisi penyerahan bantuan secara simbolis berupa benih pohon, perlengkapan sekolah, hingga kursi roda.
Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungannya.
Sejumlah aspirasi mengemuka. Di antaranya permohonan bantuan untuk melanjutkan pembangunan dan penyelesaian plafon serta teras masjid.
Dari sektor infrastruktur, masyarakat mengusulkan perbaikan Jalan Dandang Gendis yang berlubang dan menjadi salah satu akses utama anak sekolah. Warga juga meminta pengaspalan jalan permukiman di Dusun Gedangan.
Usulan lainnya berupa pembangunan saluran drainase di batas Kwangsen untuk mengurangi risiko banjir tahunan ketika musim hujan.
Purnomo memastikan aspirasi tersebut telah dibahas bersama bupati. Setiap usulan selanjutnya diproses dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
’’Tadi malam sudah kami bahas bersama Pak Bupati. Prinsipnya kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, namun tetap memperhatikan tertib administrasi dan regulasi. Semua masukan diproses dan dibahas bersama OPD terkait,’’ terang Dokter Pur, sapaan Purnomo Hadi.
Rangkaian Bahana Bersahaja berlanjut pada Kamis (20/8). Bupati dan wakil bupati menyambangi lansia serta warga yang sedang sakit stroke.
Keduanya sekaligus meninjau sejumlah pengerjaan infrastruktur desa. Mulai perbaikan saluran air dan drainase hingga program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Gotong royong masyarakat terlihat dalam pembangunan rumah Sutomo alias Pak Tomo di RT 36.
Awalnya, rumah tersebut hanya masuk skema peningkatan kualitas dengan bantuan Pemkab Madiun sebesar Rp 25 juta.
Namun, Pemdes Teguhan bersama masyarakat berinisiatif melakukan swadaya. Rumah tersebut akhirnya dibongkar dan dibangun kembali dari nol.
Selain Sutomo, Prawinto dan Sunaryo juga menjadi penerima bantuan RTLH.
’’Ini luar biasa. Subsidi dari pemkab Rp25 juta, tetapi berkat partisipasi dan kesadaran gotong-royong masyarakat yang luar biasa, rumahnya dibongkar dari nol. Bahana Bersahaja ini terbukti merangsang empati dan kepekaan sosial warga untuk saling membantu,’’ puji Purnomo.
Pemkab Madiun juga melihat potensi besar yang dimiliki Desa Teguhan. Mulai generasi muda yang guyub berbasis Kampung Pesilat, kelestarian kesenian dan budaya lokal, hingga geliat pelaku UMKM.
Selama Bahana Bersahaja berlangsung, masyarakat dapat mengakses puluhan booth pelayanan terpadu.
Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan dokter spesialis RSUD Dolopo, perpanjangan SIM dan SKCK, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga administrasi kependudukan.
Bazar UMKM dan pasar murah turut melengkapi rangkaian kegiatan. Konsep tersebut membuat masyarakat bisa mengakses berbagai kebutuhan pelayanan pemerintah dalam satu lokasi.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto bersama jajaran pengurus turut mendampingi rangkaian Bahana Bersahaja melalui berbagai agenda pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan meliputi peninjauan posyandu, pembinaan Pokja I hingga IV PKK, kampanye gerakan Bunda Literasi, serta pemantauan live streaming UMKM Bersahaja.
Erni juga memimpin kegiatan yoga bagi ibu hamil serta bakti sosial pelayanan kesehatan. (odi/adv/aan)
Editor : Hengky Ristanto