Jawa Pos Radar Madiun – Hamparan lahan dan semak yang mengering di sekitar tol JNK mulai diwaspadai.
Bukan hanya ancaman api, kepulan asap dari kebakaran lahan berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas di jalan bebas hambatan tersebut.
Menghadapi musim kering, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memperketat pengawasan.
Patroli ditingkatkan dan petugas pemadam disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran lahan di sekitar jalur tol.
Direktur Teknik dan Operasional PT JNK Aryo Gunanto mengatakan, langkah pencegahan juga dilakukan dengan menggandeng Perhutani dan masyarakat sekitar.
’’Kami juga melakukan pencegahan melalui koordinasi dengan Perhutani serta sosialisasi kepada petani di sekitar tol agar tidak membakar jerami maupun sisa hasil pertanian dekat jalan tol,’’ ungkap Aryo, Minggu (23/8).
PT JNK telah memetakan sejumlah titik yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.
Perhatian khusus diarahkan pada kawasan KM 620–631 yang berdekatan dengan hutan dan hamparan semak kering.
Tim pemadam disiapkan untuk melakukan penanganan awal ketika muncul api.
Mulai pemadaman manual menggunakan gepyok hingga mengerahkan mobil tangki.
Pengawasan jalur juga diperketat. Patroli mobile customer service (MCS) dilakukan secara berkala untuk mendeteksi gangguan sedini mungkin.
’’Kami meningkatkan patroli mobile customer service (MCS) setiap 30 menit untuk memastikan kondisi jalur tetap aman,’’ ujarnya.
Selain patroli darat, pemantauan tol JNK ditopang jaringan CCTV yang terpasang setiap satu kilometer.
Sistem tersebut membantu petugas mengawasi kondisi jalan maupun lingkungan di sekitarnya.
Koordinasi juga dibangun bersama Damkar, BPBD, dan instansi terkait melalui grup komunikasi.
Tujuannya mempercepat respons ketika ditemukan titik api yang berpotensi merembet atau asapnya mengganggu pengguna jalan.
Sepanjang Juli hingga Agustus, sejumlah kebakaran kecil di sekitar ruang milik jalan tol telah terjadi.
JNK menyebut titik-titik api tersebut dapat ditangani dengan cepat sebelum berkembang semakin luas.
Ancaman kebakaran lahan tak hanya berasal dari api yang mendekati area tol.
Asap yang terbawa angin ke badan jalan juga berisiko mengurangi jarak pandang dan membahayakan pengendara.
Karena itu, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan ketika menemukan kepulan asap di sekitar jalur.
’’Kami mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat kebakaran dengan asap mengarah ke jalan dan mengganggu jarak pandang, pengendara harap mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu hazard serta segera melaporkan ke kami,’’ pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto