El Nino Menguat, Hari Tanpa Hujan di Madiun Diprediksi Bertambah hingga Awal 2027

Dian Rahayu • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:17 WIB
WASPADA KEMARAU: BMKG memprediksi El Nino kuat memperpanjang musim kemarau di Madiun Raya hingga November sehingga potensi kekeringan meningkat. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
MAKIN PANAS: Kondisi lahan saat musim kemarau. Penguatan El Nino 2026 dan IOD positif berpotensi membuat hari tanpa hujan bertambah serta suhu siang meningkat.

Jawa Pos Radar Madiun – Periode kering berpotensi berlangsung lebih panjang seiring penguatan fenomena El Nino 2026 dan Indian Ocean Dipole (IOD). Dampaknya, curah hujan berpotensi berkurang, hari tanpa hujan bertambah, hingga suhu udara pada siang hari meningkat.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, indeks IOD menunjukkan peningkatan. Bersamaan dengan itu, El Nino disebut berada pada intensitas sangat kuat.

’’El Nino saat ini menunjukkan intensitas sangat kuat, sedangkan IOD juga mengalami penguatan menuju fase positif,’’ katanya, Selasa (1/9).

Penguatan kedua fenomena tersebut menunjukkan semakin kuatnya dinamika laut dan atmosfer yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia. Kondisi itu berpotensi membuat periode kemarau semakin kering.

Setiyaris menyebut El Nino 2026 diprediksi bertahan hingga awal 2027. Sedangkan IOD berpeluang tetap berada pada fase positif setidaknya hingga Oktober 2026.

Jika El Nino dan IOD positif berlangsung bersamaan, kondisi atmosfer yang lebih kering berpotensi semakin kuat. Dampaknya dapat berupa penurunan curah hujan, bertambahnya hari tanpa hujan, serta peningkatan suhu siang.

’’Kombinasi El Nino dan IOD positif berpotensi memperkuat kondisi kering, terutama selama periode kemarau,’’ jelasnya.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena periode kering berkepanjangan dapat meningkatkan kebutuhan air masyarakat. Sektor pertanian juga berpotensi terdampak akibat semakin terbatasnya ketersediaan air.

Selain kekeringan, risiko kebakaran lahan dan vegetasi turut meningkat. Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak, menjaga kelembapan lingkungan, serta menghindari pembakaran sampah maupun lahan sembarangan.

BMKG Nganjuk akan terus memantau dinamika kedua fenomena tersebut. Perubahan intensitas El Nino dan IOD bakal menentukan tingkat dampaknya terhadap kondisi cuaca hingga akhir 2026 dan memasuki 2027.

’’Pemantauan perkembangan El Nino dan IOD tetap diperlukan karena perubahan intensitasnya akan menentukan dampak cuaca hingga akhir 2026 dan awal 2027,’’ pungkas Setiyaris. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
El Nino 2026 hari tanpa hujan suhu siang bmkg nganjuk