Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Mabuk Perjalanan? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
Ilustrasi mengatasi mabuk perjalanan.
Ilustrasi mengatasi mabuk perjalanan.

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun – Mabuk perjalanan tidak hanya dialami saat menaiki kapal. Kondisi ini juga bisa muncul ketika seseorang bepergian dengan mobil, kereta api, pesawat, bahkan dalam perjalanan luar angkasa.

Mengutip Channel News Asia, gejala mabuk perjalanan dapat muncul hanya dalam beberapa menit setelah tubuh merasakan gerakan. Keluhannya bahkan dapat bertahan selama beberapa jam setelah perjalanan atau gerakan berhenti.

Gejala awal biasanya berupa rasa hangat, berkeringat, pusing, sakit kepala, hingga kelelahan. Jika kondisinya memburuk, seseorang bisa mengalami mual dan berujung muntah.

Advertisement

Meski umum terjadi, para ilmuwan belum mengetahui secara pasti penyebab mabuk perjalanan. Salah satu teori yang banyak dibahas adalah adanya konflik antara informasi yang diterima berbagai indera tubuh.

Ahli neurosains kognitif dari Universitas Brandeis, Paul DiZio, memberikan contoh ketika seseorang membaca di dalam mobil.

Mata melihat halaman yang relatif diam, sementara telinga bagian dalam yang berperan mendeteksi percepatan dan gerakan justru merasakan tubuh sedang bergerak.

Ketidaksesuaian informasi itulah yang diduga memicu respons tubuh. Teori lain menyebut mabuk perjalanan terjadi ketika apa yang diprediksi otak tidak sesuai dengan sensasi yang benar-benar diterima tubuh.

’’Anda membangun model kecil di otak Anda tentang bagaimana rasanya dan Anda akan sakit jika apa yang dirasakan tidak sesuai dengan prediksi tersebut,’’ kata DiZio.

Kerentanan setiap orang terhadap mabuk perjalanan juga berbeda. Sebagian orang baru mengalami gejala ketika menghadapi gerakan ekstrem, sedangkan lainnya bisa merasa tidak nyaman hanya karena gerakan yang relatif ringan.

Anak-anak umumnya dinilai lebih rentan dibandingkan orang dewasa. Sejumlah penelitian juga menunjukkan perempuan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Abaikan Gejala Awal Batu Ginjal, Dokter Ingatkan Ancaman Cuci Darah

Jangan Abaikan Gejala Awal Batu Ginjal, Dokter Ingatkan Ancaman Cuci Darah

Dokter spesialis dari Bethsaida Hospital mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal batu ginjal yang berpotensi memicu gagal ginjal terminal.

Biasa Minum Americano Aman, Kok Kopi Susu Kekinian Malah Bikin Mual? Ini Biang Keroknya!

Biasa Minum Americano Aman, Kok Kopi Susu Kekinian Malah Bikin Mual? Ini Biang Keroknya!

Sering bingung kenapa minum Americano pekat perut aman, tapi saat minum es kopi manis yang "ringan" justru bikin mual dan eneg? Ternyata bukan kafein penyebabnya, melainkan jebakan gula berlebih. Simak penjelasannya!

Biang Kerok Harga HP Makin Mahal, Bos Qualcomm Sebut akibat Lonjakan Harga Memori Naik 10 Kali Lipat

Biang Kerok Harga HP Makin Mahal, Bos Qualcomm Sebut akibat Lonjakan Harga Memori Naik 10 Kali Lipat

Petinggi Qualcomm Don McGuire menyebut lonjakan harga komponen memori akibat kelangkaan pasokan menjadi biang kerok anomali mahalnya harga smartphone baru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer